Bandung, 22/3 (ANTARA) - Debit air di Bendungan Saguling, Cirata dan Jatiluhur yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum saat ini melebihi kapasitas normal sehingga aliran air yang dikeluarkan dari ketiga waduk itu lebih besar dari biasanya.

"Berdasarkan laporan ketinggian air di Bendungan Jatiluhur sudah mencapai 108,38 meter di atas permukaan laur (mdpl), maksimalnya 107 mdpl, sehingga jumlah air yang dilepas lebih banyak," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Mudjiadi ketika dihubungi ANTARA, Senin.

Ia menyebutkan, jumlah air yang 'dibuang' dari bendungan itu saat ini mencapai 600 meter kubik per detik ke aliran sungai Citarum yang selanjutnya melintasi Kabupaten Karawang, Bekasi dan bermuara ke Laut Jawa.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Bendungan Saguling dan Cirata yang membuang air lebih besar dari biasanya.

Hanya saja, lanjut Mudjiadi, di beberapa lokasi aliran Sungai Citarum di kawasan hilir terdapat beberapa tanggul yang sudah rusak sehingga tidak kuat menahan peningkatan debit air yang mengalir di sungai yang bermuara di Cekungan Bandung itu.

"Ada beberapa tanggul Sungai Citarum yang memang kondisinya sudah rusak sehingga jebol seperti yang terjadi di Karawang dan Bekasi. Lokasi itu sebenarnya sudah diantisipasi dengan menempatkan tanggul dari karung plastik, namun debit airnya cukup besar sehingga tak kuat lagi," katanya.

Ia menyebukan, banjir yang terjadi di kawasan Karawang dan sekitarnya saat ini tidak hanya akibat pembuangan dari Bendungan Jatiluhur lebih besar, namun juga karena curah hujan di kawasan Karawang dan sekitarnya juga tinggi.

Menurut Mudjiadi, curah hujan tinggi di kawasan itu juga mengakibatkan peningkatan debit air di sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Citarum.

"Curah hujan tinggi di kawasan Karawang dan Bekasi juga berpengaruh terhadap peningkatan debit air di anak-anak Sungai Citarum," katanya.

Sementara itu, terkait kondisi terakhir banjir di kawasan Bandung Selatan, kata Mudjiadi, saat ini sudah ada penurunan sekitar setengah meter dari puncak banjir pada Sabtu (19/3) lalu.

"Genangan banjir sudah turun, meski banjir di sana masih termasuk besar. Terlebih hujan masih turun di sekitar hulu Citarum termasuk di Kota Bandung," katanya.

Berdasarkan pengamatan banjir Bandung Selatan, ketinggian genangan di lokasi banjir Baleendah dan Dayeuhkolot saat ini 659,8 mdpl, atau lebih rendah dari puncak ketinggian banjir tiga hari lalu yang mencapai 660,34 mdpl.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Sigit Udjuwalaprana mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu-isu yang tidak jelas informasinya terkait perkembangan bencana banjir di Jawa Barat.

"Jangan termakan isu-isu yang menyesatkan terkait bencana alam, tetap tenang dan berkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana daerah," kata Ketua Sigit menanggapi sejumlah isu yang berkembang terkait kondisi ketiga bendungan di aliran Sungai Citarum itu.


Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026