semula berita ini berjudul PANSUS BUMD TEMUKAN BPR CIPATUJAH BERMASALAH. Dengan ralat ini kesalahan telah kami perbaiki.


Bandung, 4/3 (ANTARA) - Kunjungan kerja Pansus Kinerja BUMD DPRD Jawa Barat, menemukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Samarang di Kabupaten Garut, merupakan salah satu bank yang memiliki kinerja jelek.


"Dari hasil kunjungan kerja ke dua BPR, kami menemukan bahwa BPR Samarang Garut itu memiliki kinerja jelek sementara itu, BPR Cipatujuh Tasikmalaya memiliki kinerja bagus," kata Ketua Pansus Kinerja BUMD Jabar, Achdar Sudrajat, ketika dihubungi ANTARA, Kamis.


Ia menjelaskan, indikasi dari bagusnya kinerja BPR Cipatujah Tasikmalaya adalah pendapatan dari bank tersebut.


"BPR Cipatujah ini, modal awalnya hanya Rp1 juta, saat ini sudah tumbuh mencapai Rp30 Miliar sedangkan BPR Garut sebaliknya," ujar Achdar.


Ia mengatakan, perkembangan hasil temukan pansus tersebut akan dilanjutkan dan dibahas di rapat internal pansus.


"Saat ini, BPR Samarang Garut sedang dalam pengawasan BI," katanya.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, awal Februari lalu, usulan pembentukan Panitia Khusus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang bermasalah akhirnya diserahkan ke pimpinan DPRD Jawa Barat.


Sekitar 34 anggota DPRD Jawa Barat ikut meneken pengajuan hak inisiatif tersebut.


Sekretaris Fraksi PPP Doni Ahmad Munir, mengatakan prosedur usulan pembentukan pansus sudah ditempuh dan didalamnya sudah termasuk substansi yang dipersoalkannya, yang disebut tergolong hal bersifat khusus.


Menurut Doni, BUMD di Jawa Barat banyak yang ditenggarai bermasalah, seperti tidak sebandingnya modal yang dikucurkan dengan pendapatan asli daerah yang diserahkan.


Ia mengatakan, dari 7 BUMD milik pemerintah Jawa Barat hanya PT Bank Jabar Banten dan PT Jasa Sarana yang menghasilkan profit atau keuntungan bagi pemerintah daerah.


PT Bank Jabar-Banten yang menyerahkan profit terbesar ternyata ditemukan indikasi pelanggaran aturan.

Ajat Sudrajat


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026