Bandung, 3/3 (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan wisatawan dan masyarakat di sekitar gunung api untuk mewaspadai semburan "freatik" kawah pada musim hujan saat ini.

"Curah hujan tinggi di sekitar kawah menghasilkan kumpulan air tanah yang mengalir ke kawah, sehingga menimbulkan gas air yang potensial menimbulkan semburan freatik, wisatawan atau masyarakat untuk waspada dan tidak mendekati kawah aktif," kata Kepala Bidang Pengawasan Gunung Api PVMBG, Hendrasto di Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan, beberapa kawah gunung api yang mempunyai karakteristik semburan gas air pada musim hujan antara lain Gunung Tangkuban Parahu, Papandayan, Dempo, Ijen, Dieng, Merapi.

Menuruh Hendrasto, fenomena semburan freatik pada musim hujan itu karena air tanah yang masuk ke kawah terpanaskan oleh magma, sehingga menjadi gas air.

"Semburan freatik bisa lewat retakan di sekitar kawah, itu harus diwaspadai," ucapnya menegaskan.

Selain itu, PVMBG juga mengingatkan masyarakat di sekitar alur lembah sungai yang berhulu ke kawah gunung api untuk waspada terjadinya banjir lahar dingin, akibat meningkatnya volume air hujan di kawasan puncak gunung api.

PVMBG mengimbau aktivitas penggalian pasir di beberapa sungai yang mengakses ke gunung api untuk dihentikan pada musim hujan saat ini, untuk menghindari bahaya banjir lahar dingin seperti yang telah terjadi di beberapa daerah di Jawa.

"Penggalian pasir di alur sungai yang berhulu di kawah gunung api direkomendasikan dihentikan," kata Hendrasto.

Sementara itu, secara umum aktivitas gunung api hingga awal Maret 2010 ini masih tetap tiga berstatus siaga (level III) yakni Gunung Karangetang, Ibu dan Talang. Sedangkan 14 gunung api lainnya berstatus waspada atau level II.

Syarif Abdullah


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026