Bandung, 27/2 (ANTARA) - Petugas Posko Penanggulangan Bencana Kecamatan Pasirjambu melakukan pendataan siswa SD Dewata yang dibawa mengungsi orang tuanya.

"Kami akan melakukan pengecekan para siswa SD Dewata yang mengungsi, mereka diharapkan bisa bergabung ikut belajar mengajar di sekolah dekat pengungsian. Kami akan memfasilitasinya," kata Sekretaris Kecamatan Pasirjambu Syaiful Bahri, di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Sabtu.

Menurut Syaiful, pendataan dilakukan ke beberapa posko pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali bahkan ke wilayah Cianjur.

"Bila memungkinkan akan dibangunkan sekolah darurat untuk para siswa. Namun bagi yang mengungsi di rumah keluarganya diharapkan bisa diterima bergabung sekolah dekat pengungsian mereka," katanya.

Ia menyebutkan, diharapkan dalam seminggu ke depan para siswa SD Dewata sudah bisa kembali bersekolah, terutama bagi kelas VI yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir.

Syaiful Bahri menyebutkan, saat ini masih dalam tahap tanggap darurat dan fokus mencari korban yang terkubur serta menangani pengungsi.

"Fokus saat ini tahap tanggap darurat dan memastikan pengungsi terlayani, baik logistik, penginapan dan juga kesehatannya. Bantuan saat ini terus mengalir dan diharapkan semua pengungsi terlayani, termasuk yang lokasinya terisolasi," katanya.

Proses evakuasi korban yang tertimbun longsor hari kelima dilakukan oleh TNI, Polri, PMI, Tagana serta relawan dari berbagai komunitas.

Sementara itu komunikasi sudah tersambung dengan lokasi di Kampung Dewata Desa Tenjolaya Pasirjambu setelah sebuah perusahaan seluler memasang BTS dan sejumlah receiver di Posko Penangulangan bencana di lokasi itu.

Sementara itu 400 warga Perkebunan Teh Dewata saat ini mengungsi.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026