Bandung, 6/2 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, meminta pertanggungjawaban PT Wahana Bangun Prima, terkait robohnya benteng perumahan The Green Ciumbuleuit yang menghantam dua rumah dan merendam lima rumah warga.

"Ya kami meminta pertanggungjawaban pengembang, karena pada surat perjanjian yang ditandatangani pada 12 maret 2008, dinyatakan mereka (pengembang, red) akan bertanggungjawab penuh jika ada kerugian atas pembangunan tersebut," kata Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, dilokasi kejadian, Sabtu.

Disamping itu, Pemkot sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, untuk mengecek apakah ada kelalaian pengembang atau tidak dalam pembangunan tersebut, baik perizinan ataupun masalah konstruksinya.

"Kami cek masalah konstruksi dan pembangunannya, apalagi ada informasi dari warga kalu pembangunan benteng mengambil badan sungai. Jika terbukti ada kelalaian dan berujung pidana, kami akan koordinasikan dengan kepolisian," ujarnya.

Disinggung masalah kerugian, Ayi mengungkapkan, pihaknya sudah meminta aparat kecamatan, lurah, RT dan RW untuk menginventarisir jumlah kerugian. Begitu juga dengan bantuan, pihaknya sudah meminta Dinsos untuk segera turun.

Sementara itu, Kepala DBMP Kota Bandung, Iming Ahmad, mengatakan, setelah dilakukan survei di lokasi robohnya benteng, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban pengembang karena disinyalir ada kelalaian dalam pembangunannya.

"Kami akan koordinasikan dulu dengan pengembang untuk mengetahui bagaimana kontruksi bangunannya. Kalau dilihat ada kelalaian dari pengembang karena konstruksi bangunannya tidak sempurna," katanya.

Disamping itu, Iming juga mengimbau kepada warga agar tidak membangun rumah atau bangunan lainnya disepanjang sepadan sungai, apalagi dibawah benteng yang ketinggiannya di atas 20 meter.

Sedangkan untuk mengeruk sisa reruntuhan dan rumah yang ada di atas sungai, menurutnya, itu tidak bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat. Itu semua harus dilakukan secara manual, karena tidak ada akses masuk kendaraan ke lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, untuk penanggulangan sementara DBMP akan menggunakan dana tanggap darurat yang ada. Pada 2010 dana tanggap darurat yang dimiliki DBMP hanya Rp 1,4 miliar dan itu tidak akan cukup.

"Kami sudah meminta kepada wali kota agar dana tanggap darurat untuk tahun depan ditambah menjadi lima kali lipat. Sedangkan untuk penanganan ini, kami minta partisipasi warga dan pengembang," ujarnya.

Sedangkan untuk saat ini, lanjutnya, DBMP hanya bisa memberikan bantuan material saja, seperti bronjong, batu krikil, kirmir dan karung plastik. Tentunya dengan bantuan dari pengembang dan warga masyarakat juga.

Sebelumnya, benteng di perumahan The Green Ciumbuleuit dengan ketinggian 20 meter roboh pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, dan menghantam dua rumah, serta merendam lima rumah lainnya di RT 04/RW 07 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamtan Cidadap, Kota Bandung.

Akibat robohnya benteng tersebut, seorang anak kecil dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius dan sekitar 49 jiwa dievakuasi dan tinggal di masjid Al Furqon sebagai tempat penampungan sementara.

Sementara, pengembang PT Wahana Bangun Prima tidak bisa dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Sebab, ketika didatangi wartawan ke kantornya di Jalan Cihampelas No 119 yang bertanggungjawab sedang ada di luar kota.***3***
(U.K-FKR/B/M019/M019) 06-02-2010 15:03:27


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026