Karena murid masih dibebani biaya pembelian "lembar kerja siswa" (LKS) serta pemenuhan kebutuhan perangkat penunjang lainnya, sehingga pemberian dana bea siswa miskin (BSM) Rp265,50 ribu/siswa setiap enam bulan sekali tidak mencukupi untuk memenuhi biaya pendidikan itu, kata orang tua siswa Yana(52), Jumat.
Dia menyatakan hal itu, saat menerima BSM bersama 33 orang tua murid penerima lainnya di SMPN 1 Garut seraya mengharapkan, agar pihak sekolah tidak terlalu membebani masyarakat melainkan hanya mewajibkan pembelian penunjang belajar yang dinilai paling prioritas.
Wakil Kepala SMPN 1, Bambang Januar mengatakan, biaya yang dibebankan kepada orang tua siswa, akibat tidak mencukupinya bantuan pemerintah kendati terdapat biaya operasional sekolah (BOS), sehingga terpaksa pelaksanaan bimbingan belajar (bimbel) menghadapi ujian nasional (UN) pun, minta partisipasi orang tua murid.
Karena walaupun bimbelnya gratis, namun memerlukan penjilidan diktat hasil pengumpulan soal latihan yang setelah dipenuhi Anggaran Pendapatan dan Biaya Sekolah (APBS), ternyata masih mengalami kekurangan, kekurangannya itu dibebankan kepada setiap orang tua siswa kelas sembilan, masing-masing Rp90 ribu, katanya.
Biaya sebesar itu, dinilai jauh lebih murah dibandingkan mengikuti bimbel di luar sekolah mencapai Rp2 juta, sedangkan pelaksanaan bimbel SMPN 1 Garut antara lain dimaksudkan agar seluruh peserta UN tidak hanya sekedar bisa lulus ujian, melainkan dapat meraih prestasi kelulusan dengan nilai dan kualitas tinggi, ujar Bambang.
Sebanyak 33 penerima BSM tersebut, termasuk 11 penerima baru menggantikan rekannya yang telah lulus dan kini melanjutkan pendidikannya ke SMA atau SMK, katanya.
Alokasi dana BSM dari pemerintah, awalnya Rp1 juta/siswa kemudian turun menjadi Rp480 ribu, disusul menjadi Rp265 ribu dan sekarang hanya Rp265.500.
(U.PK-HT/C/Y003/Y003) 05-02-2010 16:17:06
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.