Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Dade Achmad di Bandung menuturkan, pihak kepolisan siap mengamankan setiap bank. Namun, menunggu permintaan dari pihak bank, karena keterbatasan personil yang tidak bisa mendeteksi langsung apakah disatu bank terjadi kericuhan atau tidak.
"Sebaiknya pihak bank responsif apabila terjadi rush bisa langsung menghubungi kami atau polsek maupun polres terdekat," ujarnya Kamis.
Hingga saat ini, lanjut Dade pihaknya, telah melakukan pendataan bank di Jawa Barat hingga ke polsek-polsek.
"Data itu kita perlukan untuk melakukan patroli dengan quick respon secara mobile," tuturnya.
Dade menambahkan, bila ada warga yang tabungannya dibobol diharapkan untuk segera melapor Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) yang berada disetiap polres dan Polwil di seluruh Jawa Barat.
Selain itu, Dade menambahkan pihaknya juga telah menerjunkan patroli khusus ke sejumlah ATM yang berada di kawasan rawan kejahatan.
"ATM yang berada di lokasi aman juga menjadi priorotas pemantauan aparat kepolisian dengan kendaraan quick respon," tuturnya.
Disinggung mengenai kemungkinan keterlibatan salah satu pejabat bank BCA di kota Bandung terhadap pembobolan yang terjadi akhir-akhir ini. Dade enggan memberi keterangan lantaran kasus tersebut telah ditangani Mabes Polri.
"Kasus tersebut ditangani oleh Mabes Polri," singkat Dade.
(T.K-FKR/B/Y003/Y003) 04-02-2010 20:54:12
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.