Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabul Qomar mengatakan, bertambahnya PAD itu lantaran pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak pengambilan air bawah tanah, yang asalnya dikelola provinsi dikembalikan ke daerah masing-masing.
"Dikembalikannya pengelolaan kepada daerah secara langsung menambah pemasukan terhadap PAD di masing-masing daerah, termasuk Kota Bandung," katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa.
Tomtom mengungkapkan, termasuk Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, yang selalu mengeluhkan kekurangan dana untuk memperbaiki infrastruktur. Sehingga, menjadi pembenaran ketika masalah banjir tidak bisa teratasi, padahal banjir sudah menajdi masalah tahunan kota Bandung.
"Sebenarnya, masalahnya bukan dianggaran, melainkan diprogram yangn masih belum kami miliki," katanya.
Menurut dia, berapapun alokasi dana untuk DBMP bukan masalah asalkan sudah ada program yang jelas. Jika tidak ada program yang jelas, tentu menjadi mubazir kalaupun dana dialokasikan besar-besaran.
Lagipula, lanjutnya, membenahi saluran air dan infrastruktur memerlukan perencanaan yang matang dan tidak hanya di satu titik. Sehingga perlu ada kajian khusus untuk mengetahui pola seperti apa yang baik diterapkan di kota Bandung.
"Dengan adanya kemungkinan ketiga pajak itu dikembalikan ke daerah, tentu kami punya lebih banyak lagi alokasi dana," ujarnya.
Kalaupun nantinya Pemkot masih belum bisa mengatasi banjir. Tomtom mengatakan bukan tidak mungkin menggandeng pihak ketiga untuk membangun drainase kota. Tomtom menyebutkan kemungkinan kerjasama ini akan menggunakan pola perda "multy years."
"Membangun SUS Gedebage saja bisa kok dengan bantuan pihak ketiga masa untuk infrastruktur tidak bisa," ujarnya.
Sementara itu, Wali kota Bandung Dada Rosada mengatakan, setiap tahun selalu ada kenaikan alokasi dana untuk DBMP, namun ternyata masih belum cukup untuk membenahi kota Bandung.
Dada mengakui, untuk sekarang ini, daerah rawan banjir masih di kawasan Bandung Timur. Namun bukan berarti yang lain tidak diprioritaskan untuk dibenahi.
"Banyak kawassan yang belum bisa dibenahi lantaran terbentur dana. Namun, secara perlahan kami akan membenahi kota Bandung lantaran banjir ini sudah menjadi bencana tahunan," pungkasnya.
(U.K-IP/C/Y003/Y003) 02-02-2010 16:17:22
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.