Camat Cisewu Endah Sutendi mengemukakan, Selasa, keenam lokasi yang tertimpa longsor tersebut adalah kampung Kubang, Ciheulang dan kampung Pojok desa Nyalindung, kemudian kampung Ciawitali, Gunung batu dan kampung Kiarabongkok di desa Girimukti.
Selain menimbun enam rumah warga, juga terdapat delapan rumah penduduk yang terancam, seluruhnya dihuni sekitar 45 jiwa, yang hingga kini banyak di antaranya masih mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan.
Sedangkan badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Cisewu dengan Kecamatan Talegong, sempat tertimbun longsor sejauh 300 meter, bahkan terdapat enam titik longsoran lainnya.
Penanggulangannya selama ini, selain secara bergotong royong, masyarakat juga mendapatkan bantuan alat berat beserta operatornya dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun kawasan rawan bencana tersebut semakin memerlukan ketersediaan alat berat yang senantiasa disiagakan di lokasi.
Alat berat harus didatangkan dari Bandung pascabencana tanah longsor, sehingga kerap mengakibatkan terhambatnya arus transportasi berbagai jenis angkutan penumpang dan barang hingga mencapai beberapa hari, katanya.
Sejauh ini masih belum diperoleh informasi, tentang adanya rencana bantuan pemerintah bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan akibat tergerus atau tertimbun tanah longsor dan banjir lumpur itu.
Warga yang masih dan sering melakukan pengungsian, memerlukan pula pasokan bantuan sembako karena mereka terpaksa menumpang di rumah saudara maupun kerabat terdekat masing-masing.
(U.PK-HT/B/R007/R007) 02-02-2010 12:16:39
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.