Bandung, 27/1 (ANTARA) - Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat, yang bertempat di jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung didemo puluhan Pengurus Anak Cabang (PAC) Kabupaten Bogor, Selasa.

Aksi tersebut dilakukan terkait adanya intervensi dari DPD PDI Perjuangan Jabar terhadap PAC di Kabupaten Bogor yang mengarahkan pilihan pada salah satu calon menjelang rapat PAC yang digelar pada 26-28 Desember 2009 lalu.

Dari pantauan di lapangan, massa tersebut berjumlah sekitar 50 orang dengan beratribut PDIP. Mereka mendatangi kantor DPD sekitar pukul 12.30 WIB.

Koordinator aksi, S Rusenfil di sela demonstrasi menuturkan, hasil rapat PAC PDIP se-Kabupaten Bogor adalah sah dan sesuai dengan SK DPP PDIP no 435/KPTS/DPP/XI/2009 dengan bukti adanya berita acara hasil pelaksanaan rapat PAC yang sudah ditandatangani oleh pihak yang berwenang sebagaimana aturan partai.

"Kami seluruh PAC yang hadir disini menuntut DPD PDI Perjuangan Jawa Barat untuk segera melakukan penjadwalan pelaksanaan Konfercab Kabupaten Bogot tanpa mengubah hasil rapat PAC tanggall 26-27 Desember 2009 lalu," tuturnya..

Dalam demo tersebut mereka mengancam mencabut dukungan pada Rudi Harsa Tanaya (Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar-red) dengan alasan telah gagal mengamankan agenda konsolidasi partai.

Sementara itu, mereka juga menggugat adanya intervensi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat terhadap PAC-PAC Kabupaten Bogor yang mengarahkan pilihan pada satu calon menjelang rapat PAC lalu.

RUdi Harsa selaku ketua DPD PDIP Jabar dianggap telah gagal mengamnkan agenda konsolidasi partai yang berakibat perpecahan di internal tunuh PAC dan Konflik diantara PAC-PAC Kabupaten Bogor.

Salah satu pendemo sempat membakar foto Rudi Harsa, namun aksi tersebut sempat dihentikan oleh koordinator aksi sambil berteriak, "satu komando satu perjuangan, disini kita tidak rusuh hanya menyampaikan aspirasi saja," teriak koordinator tersebut.

Sekitar 10 orang perwakilan diterima oleh pimpinan DPD. ***2***
(T.K-IP/B/E001/E001) 26-01-2010 15:17:11


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026