Cimahi, 24/11 (ANTARA) - Sebanyak 601 orang warga di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, menjalani tes melalui survey darah jari (SDJ) Limfatik Filariasis yang dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Selasa.

Pada tes tersebut diketahui dua warga yang diduga terkena penyakit kaki gajah (Filariasis).

"Pengambilan sampel darah yang semula ditargetkan untuk 500 orang membengkak menjadi 610 orang, karena hampir seluruh penduduk Kelurahan Leuwigajah mendatangi lokasi SDJ," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr Fitriani Manan.

Pemeriksaan tersebut merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit filariasis.

Guna memenuhi keinginan warga di Kelurahan Leuwigajah yang ingin mengikuti SDJ, pihaknya menggunakan peralatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar.
Hal tersebut, kata dr Firiani perlu dilakukan karena bantuan dari World Health Organization (WHO) untuk SDJ di Kelurahan Leuwigajah hanya diperuntukkan bagi 500 sampel saja.

"Mungkin karena sosialisasi kita sebelum pelaksanaan SDJ bagus, atau karena saat ini pemberitaan mengenai filariasis sangat marak di media massa, warga jadi tergerak untuk diambil darahnya," kata dr Fitriani, yang ditemui di ruang kerjanya, di Gedung C lantai tiga Pemkot Cimahi.

Dikatakannya, pelaksaan SDJ berlangsung pada Senin (23/11) pukul 20.00 WIB hingga Selasa (24/11) pukul 2.00 WIB.

"SDJ memang paling baik dilakukan pada malam hari, karena micro filaria yang berada dalam darah tepi baru aktif pada saat itu. Sampel darah diambil dari warga enam RW, yaitu RW06, 07, 14, 17, 19, dan 20, Namun, hanya warga berusia di atas 12 tahun yang mengikuti SDJ tersebut," katanya.

Pihaknya menyatakan, pemilihan Kelurahan Leuwigajah sebagai lokasi SDJ karena berbatasan dengan Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, yang merupakan daerah endemis filariasis atau kaki gajah.

Selain itu, Dinas Kesehatan telah menemukan seorang suspect filariasis di kelurahan tersebut. ?Survey ini bertujuan untuk mengetahui tingkat endemisitas filariasis di suatu daerah,? ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, memang ada dua daerah di Cimahi yang dicurigai terdapat kasus penyakit kaki gajah (Filariasis), yakni daerah Baros dan Cibabat. Selain kedua daerah tersebut, Dinkes juga akan melakukan penyisiran pada daerah yang berbatasan langsung dengan Kab. Bandung yang telah berstatus KLB.

"Memang ada dua daerah yang dicurigai terdapat kasus tersebut, namun, kami masih harus memastikannya. Karena kecurigaan tersebut baru berdasarkan gejala secara diagnosis saja," kata Kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Endang Kusuma Wardhani, beberapa waktu lalu.***3***

Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/M019/M019) 24-11-2009 18:21:10


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026