"Sudah sejak enam bulan yang lalu, air PDAM di komplek kami tidak mengalir," kata istri Ketua RT03 RW13, Budi Rahayu (42), Komplek Cijerah II, Gang Manggis Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu.
Ia menjelaskan, meski air PDAM di Komplek Cijerah II, tidak mengalir secara merata ke masing-masing blok di perumahan tersebut selama enam, namun setiap bulannya warga di sana harus tetap membayar biaya bulanan ke PDAM.
"Meskipun air dari PDAM tidak mengalir, tapi kami tetap harus membayar setiap bulannya," ujar Budi.
Menurutnya, warga sudah seringkali komplain dan demo ke PDAM Krikilan, tapi pihak PDAM belum pernah menanggapai keluhan warga.
"Kami sudah bosan mengeluhkan permasalah ini kepada PDAM, tidak pernah direspon sama mereka (PDAM)," katanya.
Pihaknya berharap, PDAM bisa segera memperbaiki permasalahan air yang tersendat di Komplek Cijerah II Kota Cimahi.
"Kami berharap PDAM segera bertindak menyelesaikan masalah air macet ini, karena tiap hari ibu-ibu di komplek ini harus memyisihkan uang Rp20.000 untuk membeli air bersih," katanya.
Sementara itu, Unang (54), warga RT04 RW13, Komplek Cijerah II, Gang Manggis Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, menyatakan,
Sejak air PDAM tidak mengalir, dirinya terpaksa melakukan pengiritan air dengan membatasi waktu mandi.
"Sejak air PDAM di komplek kami ngadat, saya hanya mandi dua kali sehari," ujar Unang.
Dirinya juga berharap, PDAM segera menormalkan kembali pengaliran air PDAM di Komplek Cijerah II.
Alasan apa yang membuat pihak PDAM tidak mengalirkan air kerumah-rumah warga padahal saat ini sedang musim hujan, dan tidak mungkin debit air berkurang, kata Unang.***3***
Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/M019/M019) 21-11-2009 05:35:02
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.