"Dari hasil pantauan di pasar tradisional dan modern persediaan gula pasir masih ada, tetapi terbatas karena berkurangnya pasokan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UMKM Kota Sukabumi Didin Syaripudin di Sukabumi, Kamis.
Menurut dia, karena persediaan semakin berkurang maka pengelola pasar modern, grosir maupun pedagang di pasar tradisional diimbau untuk membatasi penjualan dan ini sudah mulai dilakukan, sehingga setiap pembeli hanya bisa membeli gula pasir dua kilogram.
Baca juga: Disperindag: Stok gula di Jawa Barat tersedia namun menipis
Akibat berkurangnya persediaan harganya terus merangkak naik yang awalnya Rp12 ribu/kg hingga Rp13 ribu/kg kini menjadi Rp16 ribu/kg. Dirinya tidak menampik, berkurangnya pasokan yang menyebabkan persediaan terbatas pengaruh dari pandemi COVID-19.
Meskipun persediaan tidak banyak, tetapi pihaknya mengapresiasi warga Kota Sukabumi yang tidak panik dalam menyikapi ketersediaan komoditas tersebut, maka dari itu pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait dan Kementerian Perdagangan RI agar pasokan dan persediaan kembali normal yang salah satunya melalui impor.
Baca juga: Kabareskrim: Satgas Pangan upayakan turunkan harga gula putih
"Warga tidak perlu khawatir karena pemerintah saat ini terus berupaya memulihkan harga, persediaan dan pasokan gula pasir, kami pun menjamin persediaannya bisa mencukupi hingga Ramadhan," tambahnya.
Walaupun tidak ada gejolak, Didin tetap mengimbau kepada warga agar tidak panic buying dan pengusaha atau pedagang tetap membatasi pembelian gula pasir. Selain itu, di tengah keterbatasan persediaan pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pangan Kota Sukabumi untuk antisipasi terjadinya aksi penimbunan.
Pewarta: Aditia Aulia RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.