Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Cianjur, Jawa Barat, akan mengumumkan hasil penilaian rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada awal Mei 2019 dengan jumlah penerimaan hanya 250 orang.

Kepala BKPPD Cianjur, Tohari Sastra di Cianjur, Rabu, mengatakan dari total 3.000 lebih tenaga pendidik yang sudah kategori dua, tenaga medis dan penyuluh pertanian yang diutamakan mendaftar dalam tahap pertama rekrutmen PPPK, hanya 2.000 orang yang mendaftar.

"Ada kemungkinan yang sisanya tidak mendaftar, persyaratannya tidak lengkap, atau faktor lain. Pendaftar sudah menjalani seleksi akhir pekan lalu, sehingga tinggal menunggu hasil dari seleksi dan tes," lanjutnya.

Dia menambahkan setelah berkoordinasi dengan pusat, hasil dari seleksi PPPK baru akan keluar awal Maret.

"Tergantung keputusannya nanti, apakah pemerintah daerah atau pusat yang akan mengumumkan," katanya.

Untuk kuota yang disediakan pemerintah daerah tidak lebih dari 250 orang karena disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah dan jumlah PNS yang memasuki masa pensiun.

"Sistemnya tambak sulam, mengisi kekosongan dari ASN yang pensiun yang tercatat setiap tahunya mencapai 600 orang. Penerimaan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah," katanya.

Hal tersebut, sebut dia dilakukan agar anggaran belanja pegawai bisa tetap di bawah 50 persen, sehingga Cianjur dapat melakukan penerimaan PNS ataupun CPNS.

"Seleksi tahap pertama sebanyak 250 dan tahap kedua dengan total kuota 500 orang. Harapan kami tahun ini dapat dilakukan seleksi CPNS kalau anggaran belanja aparatur di bawah 50 persen," katanya.

Baca juga: Rekrutmen P3K akan dibuka Pemprov Jabar

Baca juga: Polres Cianjur telusuri penyebar berita bohong WNA masuk DPT

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019