Cianjur (Antaranews Jabar) - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Jawa Barat mencatat penurunan angka pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di daerah ini.

Wakil Ketua P2TP2A Cianjur Lidya Indrayani Umar, di Cianjur, Jumat, mengatakan penurunan terjadi sejak satu bulan terakhir tepatnya selama bulan puasa.

"Biasanya setiap bulan masuk sampai 20 laporan selama satu semester ini, namun selama Ramadhan dan usai Idul Fitri, tidak ada satu pun laporan yang masuk," katanya lagi.

Bahkan untuk semester tahun ini terlihat penurunan dibandingkan 2017, tapi selama Ramadhan dan beberapa pekan terakhir nihil laporan.

Hal tersebut membuktikan penindakan terhadap pelaku pelecehan ataupun kekerasan seksual, terutama pada anak mulai memberikan dampak positif.

"Sekarang pelaku atau predator anak sudah mulai takut. Para orang tua lebih melek aturan, sehingga salalu siaga menjaga anaknya," kata Lidia.

Namun, pihaknya tetap mengimbau orang tua tetap waspada dengan pelaku pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak karena ancaman tetap ada meskipun terjadi penurunan.

"Tindakan pelecehan seksual tidak hanya terjadi di lingkungan rumah atau tempat yang jauh dari keramaian, tapi di tempat atau pusat keramaian dapat terjadi, sehingga orang tua harus waspada," katanya pula.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Isyati Putri


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018