Komisi V DPRD Jawa Barat menyatakan Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” dibutuhkan sebagai wadah pemberdayaan bagi sekitar 5,9 juta lansia di Jawa Barat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengatakan program tersebut penting untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah lansia di Jawa Barat.
“Saya sebagai Anggota DPRD selalu memberikan dukungan untuk peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, dan lansia itu ada di urusan keluarga,” kata Siti di Bandung, Rabu.
Menurut dia, Komisi V DPRD Jabar mendukung penuh program yang dijalankan DP3AKB Jawa Barat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia, khususnya perempuan.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti mengatakan program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya angka penduduk lanjut usia di Jawa Barat.
“Angka terakhir aging population kita 11 persen, sehingga 5,9 juta penduduk itu adalah lansia, dengan jumlah lansia perempuan lebih banyak dari laki-laki,” ujarnya.
Ia menjelaskan sekitar 51,71 persen dari total lansia di Jawa Barat merupakan perempuan sehingga diperlukan program pendidikan nonformal khusus bagi lansia perempuan.
Menurut Siska, program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta dukungan psikososial bagi perempuan lanjut usia agar dapat menjalani masa tua dengan lebih berkualitas.
“Melalui Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’ diharapkan para lansia perempuan dapat terus berdaya dan tetap berperan aktif dalam keluarga,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi V DPRD Jabar dukung program Sekolah Lansia Perempuan
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026