Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang, Jawa Barat, memastikan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 mulai dimatangkan agar pelaksanaannya berjalan lancar sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Disdik Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengatakan pelaksanaan SPMB dijadwalkan mulai berlangsung pada pertengahan Juni 2026 dengan mekanisme yang secara umum masih sama seperti tahun sebelumnya.
“Untuk SPMB tahun 2026 ini kami sudah melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan lancar sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. Secara umum mekanismenya kurang lebih masih sama seperti tahun sebelumnya,” katanya saat dikonfirmasi di Sumedang, Kamis.
Ia menjelaskan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan melaksanakan SPMB dengan pembagian ke dalam empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua.
Sementara itu jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan dibagi menjadi beberapa jalur yang terdiri atas jalur domisili, afirmasi, dan perpindahan.
Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan bahwa penetapan daya tampung dilakukan sesuai dengan tahun lalu dengan berdasarkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan, terutama dari sisi ketersediaan ruang kelas serta jumlah penduduk usia sekolah di tiap wilayah.
Dalam ketentuan pelaksanaan SPMB sebelumnya, kapasitas rombongan belajar maksimal ditetapkan sebanyak 28 siswa per kelas untuk SD dan 32 siswa per kelas untuk SMP.
“Dasar penetapan daya tampung pertama dilihat dari kesiapan ruang kelas di tiap satuan pendidikan, kemudian juga mempertimbangkan jumlah penduduk yang ada,” tambahnya.
Disdik Sumedang saat ini membawahi sekitar 700 lebih satuan pendidikan jenjang yang tersebar di 26 kecamatan dengan mayoritas sekitar 583 sekolah merupakan SD negeri.
Ganjar menyebut pemetaan daya tampung dan distribusi peserta didik sudah dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan pendidikan, seperti Jatinangor.
Adapun komposisi kuota penerimaan pada tahun ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Selain itu Disdik Sumedang juga mulai melakukan sosialisasi kepada sekolah, operator, dan masyarakat, terkait mekanisme pendaftaran agar pelaksanaan SPMB berjalan tertib dan meminimalisasi kendala teknis selama proses penerimaan berlangsung.
Dengan persiapan yang mulai dimatangkan sejak sekarang, pihaknya berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib dan merata, sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan sesuai jenjang dan wilayah tempat tinggalnya.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026