Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyatakan banjir yang kerap melanda sepanjang Jalan Raya Puncak-Cipanas dikarenakan sejumlah faktor, seperti cuaca ekstrem dan terjadinya perubahan tutupan lahan.

Sekretaris Dinas PUTR Cianjur Bambang di Cianjur, Selasa, mengatakan tutupan lahan adalah perubahan atau alih fungsi lahan seperti dari perkebunan keras menjadi ladang tanaman musiman, seperti cabe dan lainnya, sehingga meningkatkan erosi dan sedimen.

Perubahan tutupan lahan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas, sehingga sering memicu terjadinya banjir di kawasan tersebut karena minimnya resapan air dimana air menutup landasan jalan utama Puncak-Cianjur, berbagai cara dilakukan, termasuk penanaman pohon keras di sejumlah titik.

"Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak sering terendam banjir, faktor penyebab banjir tentunya akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, dan adanya perubahan tutupan lahan yang sudah berlangsung lama, sehingga air langsung turun ke pemukiman dan menutup jalan," katanya.

Tidak hanya karena alih fungsi lahan dari perkebunan dengan tanaman keras menjadi ladang, tutur dia, banjir di wilayah utara Cianjur juga disebabkan alih fungsi hutan berubah menjadi perkampungan warga, sehingga air dengan debit tinggi kerap merendam jalur utama Puncak-Cianjur.

Sedangkan banjir yang terjadi di Kecamatan Cibeber dan Campaka belum dapat dipastikan penyebabnya, sehingga pihaknya segera melakukan pemeriksaan ke lapangan sebagai upaya mencari solusi agar banjir tidak kembali terjadi.

Namun, ungkap dia, banjir di Cibeber dan Campaka diduga karena meluapnya aliran Sungai Cikondang, sehingga harus dilakukan pemeriksaan langsung hingga ke bagian hulu guna memastikan tidak terjadi kerusakan lingkungan atau penyebab lainnya.

"Kami segera menurunkan tim dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Cianjur untuk memeriksa setiap hulu sungai yang sering terjadi banjir menimpa perkampungan dan jalan raya," katanya.

Sementara warga di Jalan Raya Ciherang-Pacet, berharap perbaikan saluran air di pinggir jalan nasional segera dilakukan agar tidak menyebabkan banjir ketika hujan turun deras, akibatnya landasan jalan tertutup air, sehingga kendaraan sulit melintas dan kerap terjadi kecelakaan tunggal.

Setelah banjir surut, landasan jalan tertutup lumpur dan sampah yang terbawa banjir, bahkan tidak jarang air bah, sampah, dan batu bercampur lumpur masuk ke dalam rumah warga di jalur utama Puncak-Cianjur itu.

"Kami berharap perbaikan segera dilakukan, ini sudah puluhan tahun terjadi, namun belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah hingga pusat karena jalan ini merupakan jalan nasional, kalau hujan deras landasan jalan tertutup sulit dilalui kendaraan," kata warga Ciherang Cepi Murodhi (40).

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Ricky Prayoga


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026