Bandung (Antaranews Jabar) - Pemerintah Kota Bandung optimis mampu meraih Piala Adipura yang keempat kalinya, setelah dalam tiga tahun terakhir mendapatkan penghargaan bidang kebersihan dan tata kelola lingkungan tersebut.

"100 persen kita optimis (meraih piala Adipura keempat)," ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Bandung, Dedy Dharmawan di Bandung, Selasa.

Dedy mengatakan, optimisme tersebut tercermin dari kesadaran masyarakat Kota Bandung yang mulai peduli akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan.

Menurutnya, menjaga kebersihan bukan semata-mata hanya demi meraih Adipura. Namun harus menjadi budaya di masyarakat.

"Memang tidak mudah untuk mengajak masyarakat berkolaborasi. Tapi itulah yang kita harapkan, kebersihan bukan hanya kesengajaan karena ada Adipura tapi harus jadi kebiasaan yang dipertahankan," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas LHK Kota Bandung, Deni Nurdyana, tahun ini Kota Bandung menargetkan mampu meraih Piala Adipura Paripurna.

Raihan Adipura Paripurna tergolong sulit, karena ada dua hal yang harus dipenuhi pemerintah daerah. Pertama, Pemda mampu mempertahankan raihan Adipura secara tiga kali berturut-turut, kemudian lolos penilaian dari tim ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Penilaian satu kita sudah lolos. Sekarang masuk ke penilaian kedua dan yang paling rawan karena tim Adipura datang ke Bandung tidak ngasih tahu kita langsung sidak aja," kata dia.

Meski begitu, salah satu upaya untuk terus menjaga kebersihan yang berujung pada raihan Adipura Paripurna, PD kebersihan berkolaborasi dengan Satpol PP serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bagi pembuang sampah sembarangan.

Program ini dilakukan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan warga membuang sampah sembarangan. Apabila terdapat masyarakat yang tertangkap tangan membuang sampah secara sembarangan, maka akan dikenakan sanksi atau denda paksa tergantung kesalahan.

"Biasanya yang membuang sampah sembarang di pinggir jalan itu sekitar pukul 24.00 WIB sampai subuh. Untuk meminimalisir aktivitas itu, maka disiapkan pasukan untuk menjaga agar tidak ada satupun warga yang membuang sampah seenaknya," kata dia.







 

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018