Komisi V DPRD Jawa Barat menyoroti adanya ironi dalam pembangunan SMKN 4 Kota Depok, di mana terdapat kemajuan dengan megahnya fisik gedung sekolah akan tetapi aksesnya masih berupa tanah seolah belum tersentuh kebijakan apapun.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmat dalam keterangan di Bandung, Selasa, kemajuan fisik gedung sekolah yang tidak dibarengi dengan aksesibilitas yang memadai, di mana jalur masuk menuju sekolah saat ini masih berupa jalan tanah sempit yang mustahil dilalui alat berat.

"Selama ini perencanaan gedung sekolah belum dibarengi dengan perencanaan sarana dan prasarana pendukung seperti akses jalan. Akibatnya, meskipun gedung sudah dibangun, penggunaannya justru terhambat," katanya.

Ia menilai ketimpangan antara pembangunan gedung yang sudah berjalan sejak 2020 dengan kondisi jalan yang masih tanah, sehingga menghambat mobilitas pendidikan, adalah bukti perencanaan pendidikan di lapangan belum terintegrasi.

Menurut dia, sempitnya akses jalan tidak hanya menyulitkan siswa, tetapi juga menjadi dalang utama melambatnya proses konstruksi karena sulitnya alat berat menjangkau lokasi.

Sebagai langkah konkret, Hasbullah menyarankan pemerintah segera melakukan pengadaan lahan tambahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi.

Lahan ini diperlukan untuk membuka akses jalan yang layak serta membangun pintu gerbang sekolah yang representatif.

Ia juga menekankan agar ke depannya perencanaan pembangunan sekolah dilakukan secara satu pintu melalui Kantor Cabang Dinas (KCD).

"Agar gedung dan sarana pendukung (akses jalan) dirancang dalam satu paket," ujarnya.

Selain masalah fisik, Komisi V DPRD Jabar mendorong perubahan skema birokrasi dalam proses tender. Hasbullah mendesak agar lelang proyek dilakukan satu hingga dua bulan sebelum tahun anggaran berjalan guna mencegah proyek mangkrak atau melewati tahun anggaran.

"Kalau perencanaan dan tender dimulai lebih awal, sekolah bisa langsung digunakan pada tahun berikutnya tanpa harus menunggu sampai dua tahun anggaran," tuturnya.

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026