Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mendorong optimalisasi layanan penunaian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi alumni sebagai bagian dari upaya penghimpunan dana umat secara terkoordinasi.
Ketua UPZ BAZNAS IKA Unpad Agus Santoso di Bandung, Sabtu, mengatakan bahwa layanan tersebut ditujukan untuk memfasilitasi alumni yang ingin menunaikan ZIS melalui lembaga resmi sesuai ketentuan syariah.
“UPZ ini kami siapkan sebagai wadah penunaian ZIS yang terkelola secara sah dan terarah, sehingga dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada pihak yang membutuhkan,” ujarnya.
Dia menyebutkan jumlah alumni Unpad yang mencapai lebih dari 300 ribu orang merupakan potensi besar dalam penghimpunan dana ZIS apabila dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kalau setiap alumni menunaikan ZIS sebesar Rp100 ribu per bulan, dana yang bisa dihimpun mencapai sekitar Rp300 miliar setiap bulan,” katanya.
Agus menjelaskan dana ZIS yang terhimpun akan diprioritaskan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan pembayaran uang kuliah, pemenuhan kebutuhan hidup harian, serta keterbatasan sarana belajar.
Selain itu, dana tersebut juga akan disalurkan kepada alumni yang berada dalam kondisi kesulitan ekonomi serta masyarakat yang masuk kategori mustahik.
“Penyaluran juga diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana, pesantren, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro,” tambahnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan usaha ultra mikro akan dilakukan melalui bantuan permodalan, penyediaan alat pendukung dan bahan baku, pendampingan penyusunan standar operasional prosedur, penguatan citra, hingga perluasan akses pasar.
Agus menegaskan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS melalui UPZ BAZNAS IKA Unpad dilaksanakan sesuai mekanisme BAZNAS agar akuntabel dan tepat sasaran.
“Dana ZIS yang dipercayakan akan kami kelola dan salurkan secara amanah,” kata Agus.
Baca juga: Guru Besar Unpad sebut persaingan usaha sehat pacu efisiensi dan inovasi
Baca juga: Unpad membuka program studi Rekayasa Kosmetik
Baca juga: MAKI ingatkan Unpad hati-hati gunakan dana bencana Aceh
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026