Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengingatkan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk berhati-hati terkait penggunaan dana pengabdian kepada masyarakat korban bencana Aceh dari Kemdiktisaintek senilai Rp700.498.000.
"Hati-hati penggunaan dana tersebut, itu kan untuk pengabdian kepada masyarakat korban bencana Sumatera/Aceh," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada ANTARA saat dihubungi, Senin.
Ia menambahkan bahwa dana tersebut paling utama untuk kemanusiaan sehingga perguruan tinggi harus berhati-hati jika tidak ingin diaudit.
"Bahkan aparat penegak hukum harus turut mengawasinya juga," katanya.
Sebelumnya, laman Unpad menyebutkan dua program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana dari Universitas Padjadjaran (Unpad) memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program tersebut akan diimplementasikan di wilayah bencana Provinsi Aceh.
Demikian diumumkan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana melalui SK tentang Penerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 Prioritas I.
Kedua program pengabdian tersebut adalah Program Penguatan Layanan Kesehatan Lingkungan, Air Bersih, dan Pemulihan Psikososial pada Kawasan Universitas Malikussaleh dan Masyarakat Terdampak Banjir di Pesisir Aceh Utara oleh Mochamad Candra Wirawan Arief (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) senilai Rp252.850.000 dan Penguatan Resiliensi Masyarakat Aceh Tengah melalui Layanan Kesehatan Terpadu, Dukungan Psikososial, dan Rehabilitasi Sanitasi Air Bersih oleh Yoga Andriana Sendjaja (Fakultas Teknik Geologi) senilai Rp447.648.000.
“Bagi Unpad, hibah ini merupakan bentuk kepercayaan dan pengakuan dari Kementerian Diktisaintek bahwa Unpad memiliki kapasitas, kompetensi, dan visi untuk terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Amanah ini sekaligus memperkuat komitmen Unpad dalam menghadirkan riset yang aplikatif, salah satunya pengimplementasian teknologi penyediaan air bersih dari peneliti Unpad yang dapat digunakan di wilayah terdampak banjir atau bencana lainnya,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad Prof Rizky Abdulah.
Lebih lanjut, Prof Rizky mengatakan kehadiran Unpad di tengah masyarakat terdampak bencana di Aceh diharapkan dapat memberikan bantuan langsung yang signifikan, baik melalui penyediaan sarana pendukung seperti akses air bersih maupun layanan kemanusiaan lain yang dibutuhkan saat ini termasuk pelayanan medis dan dukungan psikologis.
“Dengan adanya relawan dari Unpad yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan alumni, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat korban bencana dan mempercepat proses pemulihannya,” ujar Prof Rizky.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026