Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengingatkan Tim SAR gabungan agar tetap mengutamakan keselamatan serta mempertimbangkan kondisi teknis di lokasi dalam mengevakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
"Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil," kata Huda dikutip di Jakarta, Senin.
Menurutnya, hal itu bernilai penting untuk dilakukan mengingat curah hujan yang masih tinggi, kerawanan tanah susulan, menjadi ancaman nyata bagi tim penyelamat.
Meskipun didesak bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan terhadap warga yang diduga tertimbun material longsor itu, Huda menekankan keselamatan petugas tidak bisa diabaikan.
"Kami meminta Basarnas, BNPB, dan seluruh aparat gabungan segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan maksimal. Fokus utama adalah menyelamatkan nyawa. Kita semua berharap masih ada korban yang bisa dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan," ucapnya.
Berikutnya legislator asal Jawa Barat itu menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologis yang terjadi, mulai dari Sumatera bagian utara hingga kini di Bandung Barat, harus menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus ditingkatkan mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga satuan terkecil di tingkat desa.
"Musibah beruntun ini menjadi keprihatinan kita bersama. Situasi ini mengharuskan semua level pemerintahan, hingga ke level desa, untuk selalu waspada. Koordinasi antar-lini harus diperketat agar peringatan dini dari BMKG bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat," kata dia.
Sebelumnya Tim SAR gabungan melanjutkan proses pencarian terhadap 65 korban longsor yang masih tertimbun di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin ini.
Direktur Operasi Badan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan pihaknya mengerahkan sembilan alat berat dan tujuh alat pompa air untuk membantu proses evakuasi
“Jadi, hari ketiga ini kita akan melakukan operasi seperti sebelumnya. Untuk hari ini, kita akan mengerahkan sembilan alat berat (excavator) dan tujuh alat alkon (pompa air),” katanya.
Ia menjelaskan jumlah keseluruhan personel yang dikerahkan dalam operasi hingga hari ini hampir mencapai 1.000 orang personel dari berbagai unsur gabungan.
Baca juga: Pelajaran dari longsor Cisarua Bandung Barat
Baca juga: Trauma Abah Ade dan kampung yang hilang dalam semalam di Cisarua
Baca juga: Disdik sebut tiga sekolah terdampak longsor Bandung Barat belajar daring
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPR minta tim SAR utamakan keselamatan saat evakuasi korban di Cisarua
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026