Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menemukan seorang penerjun bernama Widiasih (58) dalam kondisi meninggal dunia, yang sebelumnya hilang setelah jatuh saat kegiatan terjun payung di perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana membenarkan tim SAR gabungan mendapatkan informasi dari nelayan Cilacap di perairan Pangandaran adanya jasad dengan tanda-tanda korban yang dicari.
"Tim SAR gabungan langsung melaksanakan evakuasi ke TPI Batukaras, dan sekitar pukul 09.20 WIB tadi korban tiba di TPI Batukaras dan selanjutnya dibawa ke RSUD Pandega," kata Ade Dian, Jumat.
Ia menuturkan, korban warga Bandung itu selama ini dicari keberadaannya oleh Tim SAR gabungan sejak korban dilaporkan jatuh saat kegiatan terjun payung di Pangandaran pada Selasa (30/12/2025).
Tim SAR, kata dia, sejak ada laporan hilang itu langsung melakukan pencarian dengan menyisir perairan Bojongsalawe, lokasi titik awal korban jatuh, sampai akhirnya ditemukan di perairan Bagolo dengan jarak sekitar 16 km dari lokasi kejadian.
"Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur SAR kembali ke satuannya masing-masing," katanya.
Sebelumnya Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari pencarian di permukaan air, penyelaman sampai pencarian melalui udara menggunakan pesawat Cessna C 172 RTF.
Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yakni SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan LCR yang dilengkapi dengan sonar 2D-SRV 8 MS milik Direktorat Polairud Polda Jabar yang diharapkan dapat mendeteksi keberadaan korban.
Selanjutnya SRU 2 melaksanakan penyisiran menggunakan waverunner Basarnas dan Satpolairud Polres Pangandaran sesuai rencana operasi SAR, kemudian dilakukan penyelaman oleh tim Duck Dive Batukaras Spearfishing, dan penyisiran menggunakan empat unit perahu nelayan.
Satu koran yang baru ditemukan itu merupakan korban kedua, sebelumnya dalam insiden itu ada satu penerjun yang tewas, Rusli (61), dan tiga penerjun lainnya selamat setelah berhasil mendarat meski tidak sesuai target pendaratan.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026