Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan dukungan adanya investor dari dua perusahaan yang ingin memperluas kegiatan industrinya di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang diperkirakan akan menyerap tenaga kerja baru sebanyak 3.500 orang.
"Mereka akan melaksanakan investasi di Kabupaten Garut yang tujuannya bersama-sama berinvestasi di Kabupaten Garut, dan juga memberikan kesempatan kerja kepada warga Garut," kata Bupati Garut usai menerima kunjungan dari investor asing yang membahas rencana investasi di Kabupaten Garut, Jumat.
Ia menuturkan Pemkab Garut selama ini terbuka bagi investor yang ingin menjalankan usahanya di Garut dengan harapan bisa menumbuhkan perekonomian daerah dan juga menyerap tenaga kerja masyarakat Garut.
Dua perusahaan yang akan berinvestasi itu, kata dia, yakni PT Hoga Reksa Garment perusahaan asal Korea Selatan, dan PT Enova perusahaan asal Taiwan.
Menurut dia, adanya dua perusahaan asing itu membuktikan Garut memiliki daya tarik di tingkat investor global yang tentunya akan memberikan dampak besar untuk menyerap tenaga kerja.
"Jadi, Garut sekarang sudah lebih internasional, apalagi nanti ada Kantor Imigrasi, jadi semua lebih bisa, dilayani lebih baik lagi," katanya.
Perwakilan PT Hoga Reksa Garment, Andri Kustendi mengatakan perusahaannya saat ini sudah berjalan dan menyerap 6.600 tenaga kerja, kemudian kondisi investasi yang cukup baik, sehingga berencana menambah kapasitas produksi yang membutuhkan 3.000 pekerja.
Ia berharap kehadiran perusahaan di Garut dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengembangkan potensi, termasuk mampu menyerap tenaga kerja masyarakat setempat.
"Saat ini, PT Hoga Reksa Garment mempekerjakan 6.600 karyawan, dan berencana untuk mengembangkan bisnis kami dengan menambah sekitar 3.000 karyawan," katanya.
Perwakilan PT Enova, Leo menambahkan pihaknya tertarik mengembangkan usaha garmen dengan produk pakaian outdoor yang siap dimulai Januari 2026 dengan kebutuhan pekerja tahap awal sebanyak 500 orang. Jika tahapan awal pembangunan selesai diperkirakan akan membutuhkan sekitar 5.000 sampai 6.000 tenaga kerja.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025