Antarajabar.com - Museum Sri Baduga Kota Bandung menerima benda yang diduga artefak  arca gegajahan yang terbuat dari batu keras dari warga di daerah Cipatik, Kabupaten Bandung.

Penyerahan itu diterima pihak museum, Selasa (15/8), yang diserahkan  oleh dua  orang yang menemukan benda itu di  sekitar kediamannya di daerah Cipatik, Kabupaten Bandung.

"Mereka datang ke Sri Baduga dulu untuk mengadakan konsultasi perihal benda yang ditemukannya, sebelum kami membawanya," ujar Kurator Arkeologika Museum Sri Baduga, Romulo, di Bandung, Selasa.

Ia menjelaskan, penemuan benda itu berawal saat warga tengah mencari sesuatu di gunung di daerah Cipatik. Ketika tengah berjalan, warga  menemukan benda yang sudah berada di  tanah.

Penemu kemudian membawanya ke rumah, serta membersihkan benda tersebut dari tanah yang masih menempel. Usai dibersihkan, diketahui benda tersebut berbentuk kepala gajah berbadan ular.

Awalnya, benda tersebut akan dijual ke kolektor namun karena takut terjadi sesuatu akhirnya penemu melaporkannya ke Museum Sri Baduga demi keamanan.

"Penemuan itu dilaporkan ke kami, kemudian ditindaklanjuti oleh kepala museum dengan menugaskan tim survei ke lokasi pada 29 Agustus," katanya.

Benda tersebut memiliki panjang 105 cm, dan diameter 15 cm dengan berat 20 kilogram. Pada bagian kepala berupa kepala gajah ada mahkota yang menyerupai teratai, kemudian gading menjulur ke depan, mulut terbuka, dan di bagian ekor terdapat ukiran ular melilit.

Di bagian leher dan badan terdapat batu mulia yang melingkar berwarna merah, kuning, dan ungu. Pada permukaan bagian badan terdapat hiasan cungkup bulat, sementara bagian perut sudah menampakan pelapukan, dan pada pangkal ekor terdapat pemotongan yang dilakukan dengan rapi (simetris).

"Perkiraan sementara dari fisik, bagian kepala menunjukan perwujudan Ganesha. Seluruh motif-motif pada benda tersebut merujuk pada mitodologi Hindu-Budha," katanya.

Namun untuk memastikan apakah benda tersebut merupakan peninggalan bersejarah atau bukan, pihak museum akan melakukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan balai arkeologi.

Menurut dia, apabila hasilnya positif berasal dari peninggalan sejarah, bukan tidak mungkin tempat penemuan benda itu akan dikonservasi untuk penelitian lebih lanjut.

"Kapan dan bagaimana (penelitian), keputusan ada pimpinan kita. Yang jelas akan ditindaklanjuti seperti apa. Apakah zaman dahulu atau sekarang?," katanya.

Ia juga menjelaskan, di tempat penemuan benda tersebut terdapat aktivitas proyek pengerukan tanah untuk pembangunan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

Pewarta: Asep Firmansyah

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2017