Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, menghadirkan inovasi layanan edukasi bernama Pojok Bencana berbasis QR Code untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi kebencanaan secara cepat dan praktis.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo di Cirebon, Kamis, mengatakan masyarakat dapat memindai QR Code untuk mengakses berbagai konten edukasi seperti tips keselamatan, langkah penanganan darurat, hingga informasi terkini penanggulangan bencana.
Menurut dia, layanan tersebut merupakan upaya mendekatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar lebih mudah diterima pada era digital.
“Dengan QR Code ini, masyarakat bisa langsung membuka konten edukasi kebencanaan kapan saja dan di mana saja,” katanya.
Ia menjelaskan Pojok Bencana menyediakan beragam materi, termasuk video simulasi banjir dan gempa, tutorial pertolongan darurat, serta akses cepat menuju panggilan darurat 112 dan WhatsApp resmi BPBD Kota Cirebon.
Selain itu, kata Andi, layanan ini terhubung dengan situs serta akun sosial media resmi BPBD Kota Cirebon sehingga masyarakat bisa mengikuti pembaruan informasi melalui berbagai kanal digital.
Ia menyebutkan program tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus memperkuat indeks ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana.
“Inovasi ini akan terus kami kembangkan agar semakin menarik dan tidak membosankan, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya pun berencana menempatkan poster QR Code di sejumlah titik strategis, termasuk fasilitas pelayanan publik, untuk memastikan akses informasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Andi menegaskan Pojok Bencana merupakan hasil kerja sama tim di lingkungan BPBD yang, bertujuan mempermudah masyarakat dalam memahami langkah-langkah menghadapi bencana.
“Upaya penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tuturnya.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025