Film Tegar yang disutradarai oleh Anggi Frisca, film yang berdurasi satu jam 32 menit ini mengangkat kisah perjuangan seorang anak penyandang disabilitas, tidak hanya menghadirkan cerita inspiratif, tetapi juga mampu membuka mata penonton terhadap realitas kehidupan penyandang disabilitas.
Melalui alur kisah yang menyentuh dan penuh makna, film ini memberikan pesan kuat tentang semangat, keteguhan, serta pentingnya kesetaraan bagi mereka yang kerap terpinggirkan.
Tak hanya itu, film Tegar juga mampu menghadirkan suasana haru yang mendalam. Sejumlah adegan dalam film ini berhasil menggugah emosi hingga membuat penonton meneteskan air mata. Kisah yang disajikan secara realistis, ditambah akting para pemain yang totalitas, menjadikan setiap momen menyayat hati terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Sinopsis film Tegar
Penonton pun dibuat merasakan kesendirian dari Tegar yang ditinggalkan seorang kakek kesayangannya, lalu ditinggalkan ibunya yang sibuk dengan urusan pekerjaan, dan seorang pengasuh yang bernama teh Ivy pergi meninggalakan Tegar ke kampung halamannya untuk menjenguk ibunda teh ivy.
Sehingga membuat Tegar mau tidak mau berjuang menjalani hal kecil seperti ganti pakaian, makan, minum, dan mandi. Akibat hal tersebut lah yang membuat Tegar memutuskan pergi meninggalkan rumah mewah milik orang tuanya untuk mencari jati diri, dan agar bisa sekolah seperti anak lainnya.
Tegar tidak diperbolehkan bersekolah oleh sang ibu, karena kekhawatirannya kepada teman-teman Tegar kelak nanti saat bersekolah yang dapat membully atau mengejek kekurangannya.
Dalam segi musik
Film ini banyak menampilkan musikalisasi, dan ada beberapa adegan dimana para pemeran bernyanyi, lagu yang disuguhkan pun sangat tepat karena membuat para penonton merasakan suasana sedih.
Sudut pandang visual
Dari sisi kualitas visual, film Tegar mampu menghadirkan tampilan gambar yang cukup baik. Komposisi warna ditampilkan dengan kontras yang tidak terlalu tajam sehingga tetap nyaman dipandang mata. Nuansa sinematografi yang dihadirkan memberi kesan natural dan mendukung alur cerita yang menyentuh, tanpa harus menggunakan efek visual berlebihan.
Kekurangan film Tegar
Meski demikian, dari sisi alur cerita masih terdapat kelemahan. Salah satunya di rumah Tegar yang begitu luas tidak terlihat adanya sistem keamanan maupun penjagaan.
Pesan dalam film Tegar
Film Tegar menunjukkan bahwa setiap keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk membuktikan diri. Tegar digambarkan sebagai sosok yang berani bermimpi meski banyak hambatan di sekelilingnya.
Makna dalam film Tegar
Di film ini ada makna tersirat mengenai diskriminasi kepada penyandang disabilitas yang disampaikan oleh sang sutradara melalui adegan-adegan dalam film, seperti adegan dimana ibu dari Tegar yang tidak memperbolehkan bersekolah, karena takut jika nanti Tegar akan di ejek oleh teman sebayanya, maka Tegar dipaksa untuk tetap tinggal dirumahnya tanpa di perbolehkan keluar selama 10 Tahun.
Selain itu, film Tegar juga menyampaikan pesan mendalam tentang keikhlasan bagi para orang tua yang dikaruniai buah hati dengan keterbatasan. Melalui perjalanan hidup Tegar, film ini menegaskan bahwa menerima kondisi anak apa adanya adalah bentuk cinta yang paling tulus, sekaligus langkah awal untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025