Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mengembangkan produksi beras ramah lingkungan melalui program kemitraan antarkelompok tani lintas daerah sebagai upaya membangun pertanian berkelanjutan di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan beras ramah lingkungan tersebut merupakan hasil kerja sama antara kelompok tani di Kelurahan Pegambiran dan kelompok tani dari Kabupaten Indramayu.
“Berasnya belum 100 persen organik, tapi sudah mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ini langkah awal menuju pertanian yang lebih sehat,” kata Elmi di Cirebon, Selasa.
Menurut dia, lahan pertanian yang digunakan untuk menanam padi ramah lingkungan ini mencapai sekitar 7 hektare di wilayah Pegambiran, Kota Cirebon.
Ia menjelaskan, hasil panen dari lahan kerja sama tersebut dibawa ke Indramayu untuk proses penggilingan, dan kini mulai dipasarkan ke masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Cirebon.
Elmi menyebutkan produksi beras ramah lingkungan ini menjadi bukti kalau sektor pertanian di daerah perkotaan seperti Cirebon masih dapat dikembangkan, meskipun di tengah keterbatasan lahan.
Ia menuturkan jenis pupuk yang digunakan dalam proses budi daya ini telah bergeser dari pupuk kimia ke bahan-bahan organik. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kualitas tanah sekaligus menjaga ekosistem pertanian.
“Jenis pupuk organik yang digunakan cukup beragam, dan berasal dari pengalaman kelompok tani dari Indramayu yang sudah lebih dulu menerapkan metode tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan secara keseluruhan lahan sawah di Kota Cirebon yang tercatat oleh ATR/BPN seluas 93 hektare, dengan eksisting saat ini diperkirakan mencapai 110 hektare.
“Rata-rata produktivitasnya 5,2 hingga 5,3 ton gabah per hektare. Jika dikalikan dengan total lahan aktif dan dua kali panen dalam setahun, hasilnya cukup signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan beras ramah lingkungan ini juga bertujuan memperluas pilihan bahan pangan sehat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.
“Pemkot Cirebon berkomitmen terus mendorong pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, agar ketahanan pangan tetap terjaga sekaligus sehat untuk dikonsumsi,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Cirebon memperkuat aksi konvergensi atasi stunting
Baca juga: Pemkot Cirebon mengenalkan produk "ecoprint" daun jati di KKJ 2025
Baca juga: Disbudpar hadirkan maskot baru untuk promosikan wisata Cirebon
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025