Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jawa Barat, bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkolaborasi untuk memberantas serangan siber judi daring agar tidak masuk ke sistem aplikasi pemerintah daerah di Garut.

"Kita itu mendapatkan asistensi dari BSSN terkait serangan siber ke aplikasi pemerintah seperti serangan judi online," kata Kepala Diskominfo Kabupaten Garut Margiyanto saat menerima tim BSSN di Gedung Public Information Center Garut, Senin.

Ia menuturkan Diskominfo Garut selama ini terus bersinergi dengan BSSN terkait upaya perlindungan dalam penerapan infrastruktur informasi vital sektor administrasi pemerintahan di Garut.

Khususnya saat ini, kata dia, seringkali muncul serangan siber terkait judi daring yang tiba-tiba secara acak masuk ke sistem aplikasi yang digunakan pemerintah daerah.

"Jadi memang kita alami rata-rata diserang aplikasinya yang memang sudah lama, seperti tiba-tiba saja muncul," katanya.

Ia menyampaikan Diskominfo Garut tentu bersyukur adanya perhatian dari BSSN yang akan memberikan banyak pengetahuan tentang pencegahan dan menghilangkan serangan siber judi daring yang dilaksanakan sampai 26 Juni 2025.

"Kita berharap mendapatkan kesempatan bagaimana pemda harus berupaya untuk melakukan peningkatan sisi aplikasi, kemudian kita berharap ada peningkatan kompetensi kita," katanya.


Sandiman Ahli Muda BSSN Fandi Aditya Putra menjelaskan kegiatan asistensi tersebut fokus pada penanganan insiden siber, khususnya pencegahan dan pemberantasan perjudian daring yang dialami Pemkab Garut.

Tim BSSN, kata dia, target utamanya melakukan tahapan penanganan insiden siber mulai dari deteksi dan analisis sampai proses pemulihan, untuk itu diharapkan bisa menemukan sumber masalahnya.

"Diharapkan di akhir kita menemukan semacam sumber permasalahan dari adanya penyisipan ini, kemudian kita coba hapuskan atau bersihkan, melakukan asistensi pembersihan," katanya.*

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025