Antarajabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong percepatan pembangunan Waduk Cibeet di Kabupaten Bogor sebagai salah satu solusi pencegahan banjir di kawasan Bekasi dan Karawang.
       
"Kami telah meminta kepada Kementerian PUPR untuk memercepat penyelesaian studi kelayakan Waduk Cibeet. Hal itu sudah sangat mendesak demi menyelamatkan kawasan Bekasi dan Karawang dari banjir," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung, Rabu.
       
Menurut dia, musibah banjir yang terjadi sejumlah titik di kawasan Bekasi dan Karawang membuat pembangunan Waduk Cibeet harus dipercepat karena jika tidak, kawasan industri dan pemukiman di kedua wilayah tersebut bisa terancam bahaya dan menimbulkan berbagai kerugian.
       
"Jadi Kementerian PUPR rencananya tahun ini akan menyelesaikan studi kelayakan Waduk Cibeet. Saat ini kami ingin mengetahui sudah sejauh mana FS ini sudah dibuat, karena tampaknya ada persoalan daya dukung lingkungan sehingga banjir masuk tol," ujarnya.
       
Menurut dia, rencana pembangunan Waduk Cibeet telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor dan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menindaklanjutinya dengan menggelar studi atau kajian di lapangan.
       
"Jika studi kelayakan sudah selesai maka nantinya akan dilakukan penyusuanan DED (detail engginering design), lalu baru pengalokasian anggaran oleh pusat," katanya.
       
Ia mengatakan walaupun sudah didukung revisi tata ruang Kabupaten Bogor, Pemprov Jawa Barat hingga saat ini belum bisa memperkirakan terkait penetapan lokasi dan jika kajian yang sedang berlangsung selesai maka kebutuhan lahan dan posisi waduk bisa ditetapkan.
       
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat Nana Nasuha mengatakan fisibilty studies (FS) untuk pembangunan Waduk Jatigede ditargetkan selesai akhir 2016.
       
"Kalau waduk ini jadi dibangun, dapat mengendalikan banjir di Bekasi dan Karawang. Debit Sungai Cibeet kemarin lebih besar daripada Citarum mencapai 500 meter kubik, jadi ini penyebab banjir sampai ke tol," kata Nana.
       
Ia mengatakan Sungai Cibeet setiap musim penghujan akan mengalami kenaikan debit air, terlebih sungai ini tidak ada bendungan yang dapat menahan atau menampung aliran sungai tersebut. Berbeda dengan Sungai Citarum yang telah ada Waduk Jatiluhur.
        
"Tentunya kami selalu mendorong pusat agar waduk ini bisa diwujudkan, namun ada tahapan-tahapannya," kata dia.

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016