Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperingati Hari Bumi dengan menanam 100 pohon endemik di Taman Kehati Tangga Seribu, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan 100 pohon endemik yang ditanam berdasarkan kajian ekologis yang merupakan spesies tanaman lokal penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Bandung Utara.

“Kita menanam bukan hanya untuk memperingati Hari Bumi, tapi juga sebagai bagian dari langkah konkret menghadapi isu ketahanan air, ketahanan pangan, dan energi,” kata Asep di Kabupaten Bandung, Selasa.

Asep menjelaskan penanaman pohon ini menjadi langkah awal pengembangan kawasan hijau berkelanjutan yang dirintis sejak 2024 dan dirancang sebagai Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) kedua di Kabupaten Bandung, setelah Taman Kehati Nagrog.

Ia menjelaskan Taman Kehati Tangga Seribu akan berfungsi sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Sejalan dengan program tersebut, kata dia, Pemkab Bandung juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam Program Gerakan Peduli Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Kesayangan (Gepak Sayang).


“Program ini sudah menanam lebih dari 700 ribu pohon, dengan prinsip satu warga minimal menanam dua pohon sepanjang hidupnya,” ujar dia.

DLH Kabupaten Bandung juga tengah mengembangkan program tersebut sebagai sarana edukasi dan pencatatan data pohon secara digital.

Dia menambahkan salah satu inovasi dalam Program Gepak Sayang ini, setiap siswa baru diwajibkan menanam dua pohon kesayangan.

“Dengan siswa baru yang mencapai 100–150 ribu per tahun, kita bisa menanam sekitar 300 ribu pohon hanya dari sektor pendidikan,” kata Asep.

Sekolah-sekolah pun diarahkan menjadi pusat pembibitan tanaman konsumsi dari biji buah-buahan untuk menciptakan kesadaran lingkungan sejak dini.

“Kami berharap gerakan ini mampu membangun budaya cinta lingkungan yang kuat di tengah masyarakat, serta mewariskan bumi yang lebih hijau kepada generasi mendatang,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025