Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat mencatatkan kemajuan atau peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Kota Cerdas (Smart City) dengan meraih nilai 3,31 pada Hasil Evaluasi Smart City Tahap II 2024.
“Nilai tersebut meningkat 0,36 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat skor 2,95,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa dalam keterangannya di Cirebon, Senin.
Baca juga: Kota Cirebon menargetkan kunjungan 2,6 juta wisatawan pada 2025
Ma’ruf menjelaskan untuk evaluasi implementasi Smart City meliputi lima dimensi utama yakni kondisi awal program (baseline), keluaran (output), hasil (outcome), dampak masyarakat (impact), dan keberlanjutan inovasi (quick win).
Ia mengatakan pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penerapan konsep Smart City melalui inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut dia, keberhasilan ini didukung oleh regulasi yang memadai seperti diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas dan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 58 Tahun 2023 yang menjamin keamanan informasi digital.
Dia menyebutkan kolaborasi aktif antara perangkat daerah, sektor swasta, komunitas, serta kerja sama dengan pemerintah daerah lain turut memperkuat pelaksanaan program ini.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi berbagai pihak. Fokus kami memastikan program-program Smart City terus berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ma’ruf menyampaikan realisasi program Kota Cerdas telah mencapai 92,1 persen dari total 63 program yang direncanakan, serta berbagai aplikasi pendukung Smart City juga berjalan dengan baik.
Dampak positif dari implementasi ini, lanjut dia, terlihat pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon menjadi 76,46 dan penurunan angka kemiskinan hingga 9,16 persen.
Dia mengakui meski mencatat kemajuan, ada sejumlah tantangan yang masih dihadapi seperti perlunya transformasi budaya birokrasi yang lebih adaptif terhadap digitalisasi, optimalisasi anggaran non-APBD, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mendorong literasi digital agar tercipta ekosistem kota cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.
“Inovasi berkelanjutan menjadi fondasi utama menciptakan Kota Cirebon yang semakin cerdas. Jika ada kendala, solusinya harus dicari bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Cirebon optimistis realisasi PBB 2025 capai Rp70 miliar
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025