Penjabat Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi menyebut bahwa lonjakan pemudik pada jalur arteri di Kota Cirebon, Jawa Barat, masih dalam batas wajar dan terkendali atau tidak terjadi penumpukan kendaraan yang begitu panjang saat H-4 Lebaran 2024.

Agus dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu, menjelaskan adanya peningkatan volume kendaraan di wilayahnya disebabkan karena pemberlakukan sistem one way pada ruas tol sehingga pengendara dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta dialihkan untuk lewat jalur arteri.

“Adanya satu arah di jalan tol, kemudian dampaknya terhadap peningkatan volume kendaraan yang melalui arteri, masuk ke Kota Cirebon. Sampai dengan saat ini, ada peningkatan namun masih batas wajar. Masih mengalir,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi adanya kepadatan dan mengurangi lonjakan tersebut, seluruh otoritas terkait, khususnya kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas yang memungkinkan kendaraan di jalur arteri bisa melintas dengan lancar.

Menurut dia, di Kota Cirebon terdapat beberapa simpul pertemuan yang menghubungkan jalur arteri dan jalur dalam kota. Lokasi tersebut lantas dijadikan sebagai pusat pengendalian arus lalu lintas agar perjalanan pemudik tidak terhambat.

“Pantauan kami tadi yang macet di Krucuk, karena ada yang masuk dari kota dan ada ke Jakarta. Tapi kendaraan tidak stuck dan bisa melaju dengan aman,” tuturnya.

Ia menjamin dengan adanya penanganan sigap dari kepolisian, pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2024 di kotanya bisa berlangsung lancar.

“Mudah-mudahan masih terjaga karena one way, masih berlangsung sampai besok,” ucap dia.


Sedangkan berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon sampai pukul 19.00 WIB, Sabtu (6/4), kendaraan yang melintas di jalur arteri mencapai 92.816 unit kendaraan.

Dari jumlah tersebut, sepeda motor paling mendominasi arus lalu lintas di Kota Cirebon dengan totalnya sebanyak 83.009 unit kendaraan.

 

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024