Polres Sukabumi menyebutkan hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap kondisi tabung compressed natural gas (CNG) yang meledak di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kampung Lodaya, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Senin (27/11), belum kedaluwarsa.

"Pemeriksaan terhadap tabung CNG yang meledak dan menewaskan dua warga tersebut, batas kedaluarsanya hingga 2030," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri di Sukabumi pada Selasa, (28/11).

Sehingga dengan adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian, kata dia, menampik informasi yang berkembang di masyarakat bahwa tabung CNG yang meledak saat sedang diangkut oleh truk B 9496 SYX tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, sudah kedaluarsa.

Namun demikian, menurut Ali, pihaknya masih mengembangkan kasus ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk, pihak perusahaan penyuplai CNG dan saksi lainnya untuk mengungkap penyebab meledaknya tabung tersebut hingga menewaskan dua orang dan melukai empat warga lainnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan bukti lain bahwa tabung CNG yang meledak tersebut berjumlah dua unit, bahkan akibat ledakan itu tabung terpental hingga 20 meter, satu unit tabung sudah ditemukan dan satunya lagi masih dalam pencarian.

Kerasnya ledakan itu juga merusak sejumlah rumah yang berada di sekitar lokasi kejadian serta beberapa unit kendaraan pun ikut terdampak ledakan yakni Suzuki Vitara 1983 DZ, Toyota Avanza F 1283 QZ serta menghempas pengendara sepeda motor.

"Ada 20 tabung yang diangkut truk tersebut, tapi hanya dua yang meledak. Kami tengah berupaya mengungkap penyebabnya dan tentunya berbagai perkembangan kasus tersebut akan diinformasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Adapun data korban jiwa dan luka yang dihimpun dari pihak kepolisian setempat, yakni pengendara kendaraan sepeda motor Yamaha Xride F 3286 UBJ atas nama Uwoh Abduloh meninggal dunia dengan luka terbuka di perut dan tangan kanan patah.
Kemudian penumpang Toyota Avanza F 1283 QZ Heni Handayani meninggal dunia karena luka robek pada bagian perut dan tangan sebelah kanan patah. Pengendara sepeda motor Honda Beat F 6208 UBM Ai Irmawati mengalami luka ringan seperti lecet tangan kanan dan muka.

Selanjutnya, pejalan kaki atas nama Endih Supriadi luka ringan pada bagian telinga, penumpang Suzuki Vitara B 1983 DZ Ustad Deni Cahyadi luka sobek di kaki kanan dan kiri serta penumpang Toyota Avanza bernama Sovia lecet di bagian pinggul.



Libatkan Tim Ahli

Kapolsek Cibadak Kompol Ridwan Ishak mengatakan pihaknya melibatkan tim ahli untuk mengungkap penyebab meledaknya tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) yang tengah dibawa oleh truk di Jalan Raya Lodaya, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Senin.

"Kami belum mengetahui penyebab tabung CNG ini bisa meledak, tentunya untuk mengungkap terjadinya ledakan itu harus melibatkan ahlinya," kata Kapolsek Cibadak di Sukabumi, Senin.

Menurut Ridwan, awalnya sempat muncul informasi liar yang menyebutkan pemicu terjadinya ledakan tabung CNG itu akibat tabrakan beruntun di jalan Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Namun, setelah diselidiki, ternyata tabung yang berisi gas untuk mengolah daun teh meledak dengan sendirinya. Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah ledakan itu dipicu akibat adanya kebocoran tabung.
Untuk mengungkap kasus ini, petugas dari Polsek Cibadak bersama Polres Sukabumi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada dua tabung yang meledak, kemudian terpental ke udara, satu tabung jatuh di kebun warga dan satunya lagi menimpa mobil yang melintas. Kami pun memastikan tidak ada korban dari pihak kepolisian walaupun saat itu ada sejumlah personel yang tengah mengatur arus lalu lintas tidak jauh dari lokasi ledakan," tambahnya.

Akibat ledakan tabung CNG itu, kata Ridwan, delapan orang menjadi korban, dan dua di antaranya meninggal dunia berjenis kelamin pria laki-laki dan perempuan. Sementara itu, enam lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polres Sukabumi: Tabung CNG yang meledak belum kedaluarsa

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023