Sebanyak 50 nelayan di Desa Ambulu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih memilih memakai mesin konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) karena lebih menghemat ongkos atau biaya operasional ketika mereka pergi melaut.
 
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rajungan Jaya Ambulu Samsur di Cirebon, Selasa, menyampaikan mesin konversi (konverter kit) itu didapatkan para nelayan di desanya melalui program pemerintah pusat yang dijalankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca juga: Program pemberdayaan nelayan prioritas Pemkab Cirebon
 
Program itu, kata dia, dimulai pada 2016 yang bertujuan untuk membantu nelayan meningkatkan perekonomian dengan meminimalkan ongkos melaut. Setelahnya seluruh KUB di Desa Ambulu dan desa sekitarnya diberikan bantuan untuk persediaan gas.
 
“Seluruh KUB di plot atau dipisah-pisah. Kami kemudian dapat 1.600 tabung per bulan. Ada yang 800 tabung per bulan dan ada yang sama dengan di kita di Pengarengan,” katanya.
 
Menurutnya, alasan mendasar puluhan nelayan di desanya masih memakai BBG karena mereka sudah merasakan dampak positif dalam pemakaian alat dari bantuan pemerintah itu. Terlebih mayoritas kapal di Desa Ambulu masih di bawah 5 gross tonnage (GT).
 
Sebagai contoh, Samsur menyebut untuk pergi melaut dengan jarak lebih 17 km dari bibir pantai Desa Ambulu, maka nelayan memerlukan 4 liter bensin dalam sekali perjalanan.
 
Sedangkan, bila nelayan memakai BBG maka satu tabung gas dapat bertahan beberapa hari untuk perjalanan dengan jarak yang sama.
 
“Perbandingan itu relatif, tergantung jangkauannya. Waktu pakai bensin itu dari Ambulu ke Ender itu 4 liter bolak-balik sekali jalan. Kalau pakai gas itu bisa ada sisa. Pakai BBG cukup Rp19.000,” ujarnya.
 
Dengan berbagai kelebihan itu, puluhan nelayan di Desa Ambulu tetap memilih memakai BBG ketimbang BBM. “Setelah dia merasakan enaknya menggunakan gas, dia bisa ngirit pengeluaran. Apalagi hasil tangkapan nelayan selalu tidak menentu,” tutur Samsur.
 
Kendati demikian, Samsur mengatakan bahwa masih banyak nelayan di Desa Ambulu dan sekitarnya yang belum teredukasi terkait manfaat penggunaan mesin konversi dari BBM ke BBG.
 
Ia menilai hal itu adalah pekerjaan rumah yang cukup berat, namun tidak menutup kemungkinan program dari pemerintah itu bisa berjalan maksimal bila infrastruktur pendukung BBG sudah ada.
 
“Di sini 240 sekian nelayan cuman tidak menggunakan itu semua. 150 yang mendapatkan bantuan konverter kit. Tapi yang bertahan lebih dari 50 nelayan,” ungkapnya.

Baca juga: Program Kalaju KKP ubah kampung nelayan di Cirebon lebih menarik
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Cirebon Erus Rusmana mengatakan pemerintah pusat berkomitmen selalu memperhatikan nasib nelayan dan berupaya agar kesejahteraan mereka membaik.
 
Ia menuturkan komitmen itu diwujudkan melalui sejumlah program strategis, yang terus disalurkan setiap tahun guna membantu nelayan meningkatkan perekonomian.
 
“Kita peduli terhadap masyarakat nelayan yang ada di pesisir. Karena 79 km panjang pantai di Kabupaten Cirebon ini harus mendapatkan perhatian dari berbagai aspek,” ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023