Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memastikan stok 11 komoditas pangan strategis surplus di kota itu menjelang libur Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

“Jadi dari 11 pangan strategis yang biasa kita lakukan pemantauan hampir setiap hari khususnya di delapan pasar dan menjelang Natal secara neraca sebetulnya ketersediaan kebutuhan dengan ketersediaan kita selalu surplus,” kata Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, di Bandung, Rabu.

Baca juga: Pemkot Bandung tingkatkan ketahanan pangan

Gin Gin mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan beberapa kabupaten/kota sebagai daerah pemasok sebagai langkah antisipasi untuk ketersediaan pangan di Kota Bandung.

“Kita melakukan kerja sama langsung kepada daerah sentra produsen untuk dapat memasok ke Kota Bandung khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata dia.

Berdasarkan data neraca pangan strategis 11 komoditas yang ketersediaannya aman di Kota Bandung antara lain beras, jagung, bawang merah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, cabai besar dan cabai rawit, minyak goreng, lalu bawang putih.

DKPP Kota Bandung mencatat ketersediaan beras di Kota Kembang mencapai 204.416 ton, sementara untuk kebutuhan mencapai selama setahun 189.143 ton. Artinya ada surplus sebanyak 15.273 ton. Kemudian beras medium terpantau dijual dengan harga Rp13.500 per kilogram.

“Kita sudah melakukan penguatan kepada para distributor sampai ke pedagang untuk memastikan cadangan pangan yang ada di mereka. Karena menjelang Natal itu biasanya ada kenaikan dari sisi permintaan sampai 15 persen,” katanya.

Untuk komoditas minyak goreng juga mengalami surplus, di mana ketersediaan mencapai 26.070 ton sementara kebutuhan selama setahun 21.413 ton, sehingga surplus 4.656 ton dengan harga jual saat ini Rp16.000 per liter.

Sementara untuk daging sapi ketersediaan mencapai 3.758 ton dengan kebutuhan mencapai 3.262 ton atau mengalami surplus hingga 324 ton dengan harga jual Rp140.000 per kilogram. Lalu untuk daging ayam, dengan kebutuhan sebanyak 32.796 ton, ketersediaannya mencapai 29.851 ton dengan harga jual Rp37.000.


Gin Gin memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan harga maupun ketersedian pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ke berbagai pasar di Kota Bandung.

“Untuk stok pangan di Kota Bandung bisa aman sampai akhir tahun termasuk jelang libur Natal dan Tahun Baru tinggal kita bagaimana mengendalikan harga,” katanya.

Baca juga: Pemkot Bandung pastikan gerakan pangan murah stabilkan harga bahan pokok

Selain itu, kata dia, para pedagang dari berbagai pasar di Kota Bandung juga sudah turut mengantisipasi lonjakan harga dengan menyediakan cadangan pangan jelang akhir tahun ini.

“Ternyata setiap pasar atau setiap pedagang sudah mengantisipasi dengan menyediakan cadangan pangan. Nah mudah-mudahan ini bisa memperkuat nanti kesediaan pangan menjelang Natal,” kata Gin Gin.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketersediaan stok pangan di Kota Bandung jelang libur Natal surplus

Pewarta: Rubby Jovan Primananda

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023