Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Enjang Tedi menyatakan perlu dilakukan upaya rehabilitasi sosial oleh pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi dampak sosial seperti adanya kasus kekerasan anak hingga meninggal dunia di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, agar persoalan tersebut tidak meluas, dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Rehabilitasi sosial itu penting, karena pasti ada trauma sosial di sana," kata Enjang Tedi di Garut, Sabtu.

Baca juga: 27 nama tokoh dijadikan penamaan jalan di Garut

Ia menuturkan, pemerintah melalui dinas terkait yang menangani persoalan anak maupun masyarakat harus turun melakukan langkah rehabilitasi sosial di Kampung Cijeler, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Bagaimana pun, kata dia, munculnya kasus seorang anak yang dianiaya hingga tewas oleh teman bermain di kampungnya itu harus menjadi perhatian semua pihak agar menjadi pelajaran dan bisa mencegahnya.

"Rehabilitasi sosial itu untuk memulihkan trauma masyarakat terkait adanya masalah di kampungnya itu, dan diharapkan tidak terjadi lagi di kemudian hari," katanya.

Enjang menyampaikan tuntutan harus adanya rehabilitasi sosial karena hasil dari peninjauan langsung ke lapangan menemui masyarakat, kemudian mendatangi orang tua korban bahwa mereka belum bisa menerima dengan kejadian tersebut.

Terlebih selama ini, kata dia, belum ada upaya pemerintah secara intensif untuk melakukan pemulihan trauma bagi orang tua korban, maupun orang sekitarnya.

"Perlu ada trauma healing untuk keluarga, kemarin (Jumat) saya ke sana, ibu bapaknya belum menerima," kata Enjang.

Ia menyampaikan selama ini diketahui dari kepala desa setempat sudah memberikan perhatian khusus bagi keluarga korban maupun masyarakatnya, setelah adanya kejadian penganiayaan yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia secara mengenaskan.

Ia menambahkan terkait anak yang berhadapan dengan hukum atau pelakunya juga harus dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif lain dari perbuatannya itu.
"Ini kan kejadian luar biasa, jadi semua pihak harus turun mengatasi persoalan anak ini, seperti halnya saya mendesak Pemkab Garut untuk membentuk KPAID," katanya.

Sebelumnya, seorang anak pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Cimanuk, Kecamatan Cibiuk, Garut, Jumat (3/11), setelah sepekan dilaporkan hilang.

Baca juga: Dinkes Garut sebut pasien suspek yang dirawat di RSUD negatif cacar monyet

Kepolisian setempat kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat diketahui bahwa korban meninggal dunia karena dianiaya oleh temannya dengan luka sayatan senjata tajam pada leher dan tangan.

Pengakuannya bahwa pelaku sakit hati oleh korban saat bermain bola voli, kemudian dalam suatu kesempatan di pinggiran sungai pelaku menganiaya korban hingga tewas.
 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023