Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan hasil uji laboratorium terhadap seorang pasien suspek cacar monyet yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut dinyatakan negatif, dengan kondisi mulai membaik, sehingga diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Alhamdulillah negatif, sudah pulang, dan kondisinya membaik," kata Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Kamis.

Ia menuturkan, Dinkes Kabupaten Garut sudah melakukan upaya penanganan medis terhadap seorang pasien laki-laki usia dewasa yang sebelumnya diduga terjangkit cacar monyet di RSUD dr Slamet Garut.

Upaya membuktikan pasien itu terpapar cacar monyet, kata Leli, tim medis melakukan uji laboratorium yang dilakukan di Kementerian Kesehatan dengan hasilnya negatif cacar monyet.

"Sudah bagus, sudah negatif hasilnya," kata Leli.

Ia mengungkapkan hasil pemeriksaan selanjutnya bahwa pasien tersebut hanya menderita penyakit cacar biasa dan sudah dilakukan pengobatan.

Pasien yang hasilnya negatif cacar monyet itu, kata dia, membuktikan bahwa kasus wabah tersebut tidak ada di Kabupaten Garut, meski begitu masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah cepat dengan memeriksa diri ke dokter apabila ada gejala penyakit tersebut.

"Ya, tetap meningkatkan kewaspadaan, hindari kontak dengan yang bergejala cacar monyet, ya kemudian juga sering-sering cuci tangan," katanya.
Ia menambahkan upaya mencegah penularan cacar monyet itu tidak hanya menerapkan pola hidup sehat, tapi juga tidak berganti-ganti pasangan atau seks bebas.

"Yang berganti-ganti pasangan atau juga yang sesama jenis, terutama laki-laki dan laki-laki," katanya.

Terkait kesiapan Dinkes Garut dalam menghadapi wabah cacar monyet, Leli menyampaikan salah satunya dengan menyiapkan ruang khusus atau isolasi di rumah sakit dan tim medis untuk menangani pasien suspek cacar monyet. 


 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023