Antarajawabarat.com, 20/11 - Aksi buruh yang menuntut UMK 2014 Kota Bandung sempat memanas dan merobohkan pintu gerbang Gedung DPRD di Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu.

Buruh yang sejak pagi bertahan di kawasan Kompleks Pemkot Bandung itu berkumpul di depan gerbang, tiba-tiba terjadi dorongan kuat menembus barikade aparat kepolisian sehingga terjengkang ke arah gerbang.

Akibatnya, pintu gerbang yang terbuat dari pipa besi dan ujung atas runcing itu roboh menimpa sejumlah polisi Samapta yang berjaga di bagian dalam pintu gerbang itu.

Aksi dorong-dorongan sempat terjadi dan suasana memanas, namun berhasil diatasi oleh komandan lapangan petugas pengamanan aksi unjuk rasa itu.

Sementara itu polisi yang terluka akibat tertimba pagar ditolong oleh rekan-tekannya ke bagian dalam kompleks DPRD Kota Bandung.

Massa buruh bertahan di lokasi demo menunggu kehadiran Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan mendesak agar wali kota meluluskan tuntutan UMK 2014 Rp2,7 juta.

"Kami menolak keputusan UMK 2014 senilai Rp1,9 juta, kami menuntut Rp2,7 juta. Permintaan buruh logis karena kebutuhan hidup di Kota Bandung tinggi, dan tidak cukup dengan angka Rp1,9 juta," kata Sidharta, koordinator aksi buruh itu.

Buruh mengancam untuk tetap bertahan di kompleks Pemkot Bandung hingga permintaan mereka diluluskan oleh orang nomor satu di Kota Bandung itu.

"Kami akan bertahan di sini hingga diterima oleh Wali Kota dan meluluskan kenaikan UMK yang kami tuntut," kata Sidharta.

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2013