Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyatakan populasi domba dan kambing di Garut selama ini melimpah sehingga mampu memenuhi pasokan kebutuhan hewan kurban sekitar 170 ribu ekor yang dijual ke pasar lokal serta luar daerah.

"Ketersediaan domba untuk kurban ini kita menyiapkan domba dan kambing itu sekitar 170 ribu ekor untuk kurban, populasi kita 978 ribu domba di Garut," kata Kepala Diskanak Kabupaten Garut Sofyan Yani di Garut, Rabu.

Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan daerah dengan penghasil ternak domba dan kambing cukup banyak atau melimpah, sehingga peternak biasa menjualnya tidak hanya ke pasar lokal di Garut, tapi ke berbagai daerah.

Tercatat, kata dia, populasi domba di Garut sebanyak 978 ribuan per tahun yang selama ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kurban saat Idul Adha melainkan untuk kebutuhan konsumsi yang dipasok setiap waktu.

"Domba dari kita biasa memasok ke luar daerah, terutama kabupaten terdekat, untuk kebutuhan kurban, maupun konsumsi biasa," katanya.

Ia menyampaikan domba dan kambing yang dipasok dari Garut memiliki ciri khas tersendiri, apalagi untuk jenis domba garut (ovis aries) yang selama ini menjadi domba unggulan daerah Garut.

Domba dan kambing untuk kebutuhan kurban, kata dia, kondisinya sudah dipastikan sehat dan memiliki badan yang tegap sehingga bagus untuk dijadikan kurban dengan nilai jual pada kisaran Rp3 jutaan.

"Domba untuk pedaging itu dari jantan nilai jualnya Rp3 jutaan untuk musim kurban, kalau biasanya termasuk untuk betina itu biasa dijual Rp2,5 jutaan," kata Sofyan.
Terkait kebutuhan sapi kurban di Garut, kata dia, peternak Garut belum bisa memenuhi permintaan pasar, sehingga harus mendatangkan sapi dari daerah pemasok yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia memastikan kebutuhan sapi untuk kurban sudah aman karena mendapatkan pasokan dari luar daerah dengan jumlah kebutuhan kurban seperti tahun sebelumnya sebanyak 3.950 ekor.

"Sekarang estimasi ada kenaikan kebutuhan kurban, dan kami datangkan sapi dari luar, dari Jawa, karena harganya lebih terjangkau," katanya.


 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023