Antarajawabarat.com,3/4 - Suhu air panas dari sumber mata air Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih normal pada suhu 44 hingga 48,5 derajat Celcius.
"Naiknya status Gunung Guntur dari normal menjadi waspada tidak mempengaruhi kenaikan suhu air, tercatat masih normal," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Guntur, Ade Koswara di Garut, Rabu.
Ia menerangkan, jika suhu air tidak menunjukan peningkatan suhu diatas rata-rata, berarti sekitar kawah puncak Gunung Guntur tidak mengalami peningkatan suhu.
Gunung aktif terbesar di Garut itu, kata Ade, hanya mengalami kegempaan yang terekam secara terus menerus, sehingga statusnya naik menjadi waspada sejak, Selasa (2/4) pukul 17.00 WIB.
"Kalau kita amati dari suhu air yang masih normal, berarti kondisi tidak ada perubahan suhu di kawah," katanya.
Ia mengatakan air panas Gunung Guntur tersebut mengaliri wilayah Kecamatan Tarogong Kaler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perhotelan dan kolam renang kawasan objek wisata Cipanas Garut.
Menurut dia, kawasan wisata jaraknya masih berada di kawasan aman berada pada radius sekitar 4 km dari puncak Gunung Guntur.
"Sementara rekomendasi kami dengan status waspada ini dilarang ada aktivitas di radius 2 km dari puncak gunung," katanya.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Status Gunung Guntur di Garut naik dari normal menjadi waspada, Selasa terhitung pukul 17.00 WIB.
Kenaikan status itu karena terekam terjadi gempa tremor berulang kali dengan amplitudo rata-rata 10-15mm, terhitung sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.***4***
Feri P
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2013
"Naiknya status Gunung Guntur dari normal menjadi waspada tidak mempengaruhi kenaikan suhu air, tercatat masih normal," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Guntur, Ade Koswara di Garut, Rabu.
Ia menerangkan, jika suhu air tidak menunjukan peningkatan suhu diatas rata-rata, berarti sekitar kawah puncak Gunung Guntur tidak mengalami peningkatan suhu.
Gunung aktif terbesar di Garut itu, kata Ade, hanya mengalami kegempaan yang terekam secara terus menerus, sehingga statusnya naik menjadi waspada sejak, Selasa (2/4) pukul 17.00 WIB.
"Kalau kita amati dari suhu air yang masih normal, berarti kondisi tidak ada perubahan suhu di kawah," katanya.
Ia mengatakan air panas Gunung Guntur tersebut mengaliri wilayah Kecamatan Tarogong Kaler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perhotelan dan kolam renang kawasan objek wisata Cipanas Garut.
Menurut dia, kawasan wisata jaraknya masih berada di kawasan aman berada pada radius sekitar 4 km dari puncak Gunung Guntur.
"Sementara rekomendasi kami dengan status waspada ini dilarang ada aktivitas di radius 2 km dari puncak gunung," katanya.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Status Gunung Guntur di Garut naik dari normal menjadi waspada, Selasa terhitung pukul 17.00 WIB.
Kenaikan status itu karena terekam terjadi gempa tremor berulang kali dengan amplitudo rata-rata 10-15mm, terhitung sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2013