Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat siap menurunkan tim vaksinasi untuk semua kalangan masyarakat termasuk di lingkungan pesantren saat Ramadhan sehingga capaian vaksinasi COVID-19 terus naik dan masyarakat lebih sehat di tengah pandemi.

"Tetap kita upayakan, kalau tidak vaksin di siang hari bisa malam hari," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi wartawan di Garut, Jumat.

Baca juga: Diskominfo Garut usulkan bantuan 119.000 STB gratis

Ia menuturkan tim vaksinator di lapangan masih terus bergerak untuk mempercepat naiknya capaian vaksinasi COVID-19 bagi semua kalangan masyarakat Garut menjelang Ramadhan.

Menurut dia saat Ramadhan tingkat antusias masyarakat untuk divaksin akan turun karena sedang menunaikan ibadah puasa.

Upaya lain agar vaksinasi tetap bisa dilaksanakan, kata dia, maka tim kesehatan dari puskesmas setempat siap memberikan pelayanan vaksinasi pada malam hari.

"Itu lihat sikon masyarakat kalau masyarakat ada yg meminta malam hari, kita kasih," kata Leli.

Selain masyarakat umum, kata dia, bagi pondok pesantren yang ingin divaksin dosis 1, 2, maupun 3 pada bulan Ramadhan akan siap dilayani oleh tim vaksinator.

"Bisa (divaksin) kalau mereka (pesantren) bersedia," katanya.
 

Ia menyebutkan capaian vaksinasi COVID-19 untuk dosis 1 sudah di atas 90 persen, saat ini akan terus digenjot pada dosis 2, kemudian dosis 3 atau penguat yang saat ini masih rendah di angka 4,8 persen.

Baca juga: Kehadiran kereta api memudahkan masyarakat datang ke Garut

"Diprioritaskan mulai untuk 'booster' jika memang dosis 2 sudah lebih dari 70 persen," katanya.

Salah satu pesantren di Garut yang melaksanakan vaksinasi secara massal sebelum Ramadhan yakni Pondok Pesantren Nurul Huda Cibojong di Kecamatan Cisurupan, Garut, pada Kamis (24/3).

Sejumlah santri maupun santriwati, guru, dan kiai dari pondok pesantren di Kecamatan Cisurupan mendapatkan vaksin COVID-19 untuk dosis 1, 2, maupun 3 atau penguat.

Pelaksanaan vaksinasi di pondok pesantren itu diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dihadiri langsung oleh Rais Aam Miftachul Akhyar PBNU dan Ketua PBNU Ning Alisa Wahid.

Baca juga: Tiga penganiaya anak dan ibu di Garut ditangkap

Baca juga: Jabar perbaiki jalan wisata Pantai Sayang Heulang agar tambah nyaman

 

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Feri Purnama


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022