BUMN di bidang industri perdagangan komoditas, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) berhasil membuka dan melakukan pelayanan pemanfaatan resi gudang beras perdana di Karawang, Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

"Untuk langkah pertama di Karawang ini, sekitar 20 ton beras petani dan pelaku usaha telah kami registrasi dalam sistem resi gudang, kami optimistis ke depan akan menunjukkan progres yang semakin baik," kata Direktur Utama PT KBI (Persero) Fajar Wibhiyadi melalui rilis yang diterima Antara di Pangkalpinang, Rabu.

Baca juga: Wakil Mendag resmikan SRG ayam karkas di Cianjur

Registrasi resi gudang beras perdana di Karawang tersebut dilakukan PT Panca Pujangga Perkasa yang merupakan pengelola gudang SRG di Karawang.

Adanya registrasi perdana resi gudang untuk komoditas beras di Karawang ini merupakan hasil dari berbagai upaya edukasi dan sosialisasi yang telah dijalankan selama ini bersama Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan pemangku kepentingan lain kepada para petani dan pemilik komoditas.

Dengan penggencaran sosialisasi tersebut, para petani dan pemilik komoditas khususnya beras di Karawang memahami manfaat dari resi gudang. "Ini tentunya hal yang menggembirakan, karena daerah Karawang yang dikenal sebagai lumbung padi nasional, selama ini belum ada registrasi resi gudang," katanya.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Widiastuti mengatakan, adanya registrasi perdana resi gudang komoditas beras di Karawang sejalan dengan upaya Bappebti mendorong pemanfaatan resi gudang.

Baca juga: Bank BJB Gulirkan Resi Gudang Petani Kopi

"Harapan kami, resi gudang juga akan dimanfaatkan oleh para pemilik komoditas dari berbagai penjuru Nusantara, dan pelaku usaha lain baik yang berperan sebagai pembeli akhir dan sebagai pengelola gudang," kata Widiastuti.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan resi gudang, dan untuk itu perlu upaya bersama para pemangku kepentingan di ekosistem resi gudang.

Ke depan Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosistem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang.

Direktur PT Panca Pujangga Perkasa Rahajeng Oktovione Putri Bestari mengatakan pemanfaatan sistem resi gudang diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan seperti beras.
Hal ini dimungkinkan karena data ketersediaan stok di setiap gudang SRG terintegrasi melalui sistem informasi resi gudang (IS-Ware) yang dikelola Pusat Registrasi.

Baca juga: Disperindag Jabar Gandeng Pos Optimalkan Resi Gudang

Menurut dia, adanya resi gudang akan membantu para petani memperoleh harga jual yang lebih baik, mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah komoditi, serta memperoleh pinjaman dari bank dengan jaminan resi gudang.

"Untuk itu, kami juga mengajak para petani berusaha secara berkelompok, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani," katanya.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi, Karawang saat ini memiliki lahan persawahan seluas 95 ribu hektare dengan produksi rata-rata 7,2 ton per hektare. Sedangkan dalam realisasi produksi padi, sepanjang tahun 2021 mencapai 1,4 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
Dengan adanya registrasi perdana resi gudang komoditas beras di Karawang, diharapkan para petani dan pemilik komoditas padi atau beras mulai memanfaatkan instrumen resi gudang ini. Banyak manfaat yang bisa diperoleh para petani dan pemilik komoditas padi dan beras, salah satunya adalah untuk menjaga kestabilan harga.

Baca juga: TPID Jabar Perkuat Sistem Resi Gudang

Selain itu, dengan memanfaatkan resi gudang, petani dan pemilik komoditas dapat menjaminkan resi gudang yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan yang bisa dipergunakan untuk musim tanam berikutnya.

Terkait resi gudang beras, data PT KBI (Persero) menyebutkan, sepanjang tahun 2021 tercatat 69 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 3.801 ton, sedangkan pada 2020, tercatat 39 RG beras yang diregistrasi dengan volume 2.460 ton.

PT KBI optimistis pemanfaatan resi gudang untuk komoditas beras akan terus mengalami peningkatan seiring dengan gencarnya sosialisasi dan edukasi manfaat instrumen resi gudang kepada para petani dan pengelola gudang di Karawang dan daerah-daerah lain yang menjadi sentra komoditas.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022