ANTARAJAWABARAT.com, 9/9 - Regent, salah satu bioskop di Kota Bandung, yang sudah berusia lebih dari 20 tahun, akhirnya "tutup usia".

Mantan teknisi bioskop Regent, Nana Supriatna, ketika ditemui di Bandung, Kamis, menuturkan bioskop yang terletak di Jalan Sumatra No.2 itu sudah berhenti beroperasi sekitar dua bulan lalu, tepatnya akhir Juli kemarin.

"Pokoknya sebelum Ramadhan, kami sudah berhenti beroperasi. Ya sekitar akhir Juli 2011," kata Nana.

Nana yang sudah bekerja di Regent sejak 2002, mengaku tidak tahu pasti kenapa tempat bekerjanya itu ditutup oleh pihak perusahaan.

"Yang saya tahu mungkin karena jumlah pengunjungnya yang semakin hari semakin berkurang. Sekarang kan makin banyak bioskop-bioskop baru yang lebih bagus," kata Nana.

Nana menuturkan, dia dan keduabelas karyawan lainnya pun cukup terkejut ketika mendapat pemberitahuan dari pihak perusahaan bahwa pekerjaan mereka diputus.

"Kaget ya karena pemberitahuannya juga cukup mendadak. Kami hanya diberi waktu tiga hari untuk beres-beres. Kami semua di-PHK," kata Nana. Akibatnya, sebanyak 13 karyawan yang rata-rata sudah mengabdi cukup lama itu kehilangan pekerjaan.

Meski kehilangan pekerjaan, kata Nana, pihak perusahaan telah membekali mereka uang pesangon sebesar sekitar Rp 5,8 juta per orang.

Nana mengaku sedih harus berhenti dari pekerjaannya tersebut. Namun, sudah sejak lama dirinya sudah siap jika sewaktu-waktu bioskop yang sudah cukup tua tersebut harus ditutup karena kehilangan pengunjung.

"Saya sudah siap. Karena sejak lama juga sudah mengira ini pasti akan terjadi. Tapi ya tidak apa-apalah, sekarang saya juga masih di sini jadi tukang parkir," kata Nana yang kini kesehariannya berganti menjadi juru parkir di bekas tempatnya bekerja.

Kehilangan juga dirasakan masyarakat kota Bandung. Selama beberapa hari ke belakang, pembahasan tentang ditutupnya bioskop Regent sempat ramai dibicarakan di beberapa situs jejaring sosial, seperti Twitter.

Rayinda, mahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung mengaku sedih dan kehilangan. Pasalnya, bagi Rayinda bioskop Regent telah menyimpan banyak kenangan.

"Pertama kali saya nonton film di bioskop, ya di bioskop Regent. Jadi sedih banget, pas tahu Regent udah tutup," katanya.

Menurut Rayinda, bioskop Regent mempunyai daya tarik tersendiri, yaitu tiketnya yang terjangkau.

"Dari dulu, saya dan teman-teman kalau lagi pengen nonton film tapi lagi tidak punya uang, ya datangnya ke Regent. Soalnya harga tiketnya murah. Pas banget buat anak muda," lanjutnya.

Hal serupa juga diakui Haekal Adzani, mahasiswa sekaligus penggemar film. Menurutnya, setelah bermunculan bioskop-bioskop besar yang menawarkan fasilitas yang lebih menjanjikan, nasib 'bioskop tua' seperti Regent mulai di ujung tanduk.

"Dominasi bioskop besar dengan tarif yang cukup murah, namun dengan fasilitas dan kualitas yang lebih baik, bikin orang lebih memilih nonton di bioskop baru itu," katanya.

Selain kehadiran bioskop baru, kata Haekal, kemunculan DVD bajakan dan teknologi internet pun menjadi faktor terbesar.

"Sekarang kan DVD bajakan bisa dibeli dimana aja, bahkan bisa diunduh lewat internet. Jadi bagi masyarakat menengah ke bawah justru akan lebih memilih nonton di rumah," lanjut Haekal.

Berdasarkan pantauan Kamis siang, bangunan dalam bioskop sudah kosong. Poster dan spanduk film yang biasanya terpampang di depan gedung pun sudah tak tampak. Baik Nana maupun karyawan lainnya mengaku tidak tahu pasti akan dijadikan apa bekas bangunan bioskop tersebut.

-achie-

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011