Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap seluruh Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dapat berpartisipasi dalam memajukan kebudayaan kelak saat mengabdikan diri bertugas di seluruh daerah Indonesia.

"Pemajuan kebudayaan perlu dipahami oleh para praja sebagai calon pemimpin dan penggerak di daerah manapun kelak mereka mengabdi," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid saat acara kuliah umum dengan tema "Pemajuan Kebudayaan Melalui Lembaga Pendidikan Kebudayaan" di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu.

Ia menyampaikan amanat Presiden Joko Widodo terkait keseimbangan antara infrastruktur keras dengan infrastruktur lunak dalam wujud karakter dan jati diri bangsa.

Hal itu, lanjut dia, terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

"Sepuluh OPK dan SDM kebudayaan ini merupakan potensi sesungguhnya yang dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan yang akan digunakan untuk membangun daerahnya masing-masing dan sekaligus dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat," katanya.

Ia menambahkan Indonesia sudah memiliki sebuah panduan dalam upaya menjalankan amanat Pasal 32 ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan melalui pengesahan UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Hal ini tentu saja membawa semangat baru dalam upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan nasional," kata Hilmar.

Wakil Rektor IPDN Bidang Kerja Sama, Dety Mulyati menyampaikan IPDN siap berkomitmen menjadi agen kebudayaan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan bagi praja terkait program-program dari Dirjen Kebudayaan.

Menurut dia pendidikan merupakan ujung tombak kebudayaan nasional, sebab pendidikan sejatinya merupakan upaya pembentukan watak sesuai dengan cita-cita keberadaan bangsa Indonesia melalui instrumen pendidikan kebudayaan nasional.

"Kita (IPDN) perlu mengetahui dan memahami manfaat dan pentingnya memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia," katanya.

Baca juga: Lulusan IPDN diimbau antisipatif terhadap paham radikal

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin dorong lulusan IPDN perkuat jabatan fungsional

Baca juga: Mudahkan akses informasi, IPDN luncurkan Smart Campus Database

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021