Bandung, 21/10 (ANTARA) - Sejumlah jadwal perjalanan KA Bandung - Purwakarta - Jakarta dibatalkan keberangkatannya akibat kejadian KA Harina yang menabrak timbunan longsor di KM.111+02 Ciganea - Sukatani Kabupaten Purwakarta, Kamis.
"Hingga pukul 11.00 WIB ada enam perjalanan KA yang dijadwalkan keberangkatannya, seluruhnya dari Bandung. Sebagian besar KA Argo Parahyangan, sedangkan KA Kroya - Jakarta dialihkan ke jalur utara," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno di Bandung.
Selain itu KA lokal Cibatu Garut - Purwakarta atau "Si Mandra" dibatalkan keberangkatannya.
Kejadian KA Harina jurusan Semarang - Bandung menabrak tanah longsor di Km.111+02 di kawasan Sukatani - Ciganea itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. KA Harina saat itu tengah dalam perjalanan ke Stasiun Bandung.
Akibatnya, lokomotif CC.20169 yang menarik rangkaian KA Harina itu keluar rel seluruhnya, selain itu satu kereta eksekutif yang berada di belakang lokomotif anjlok empat as.
Saat melaju, rangkaian KA Harina mengangkut 101 penumpang dengan empat kereta eksekutif, satu kereta makan dan satu kereta bisnis.
Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu, seluruh penumpang KA Harina dilakukan overstapen atau pengalihan pengangkutan dengan menggunakan bus dari Stasiun Purwakarta ke Stasiun Bandung.
"Butuh waktu sembilan jam untuk normalisasi jalur, selain mengangkat lokomotif dan kereta yang anjlok, juga membebaskan material longsor dari rel," kata Bambang.
Artinya, bila kondisi cuaca mendukung, kata Bambang, jalur baru bisa dilintasi diatas pukul 14.00 WIB.
"Jalur Sukatani - Ciganea merupakan salah satu kawasan rawan longsor, pengawasan ditingkatkan di sepanjang jalur, dengan meningkatkan patroli juru periksa jalan (JPJ)," katanya.
Selain di jalur Purwakarta, kawasan rawan longsor lainnya di jalur Cicalengka - Nagreg- Kadungora - Cibatu - Ciawi.
***3***
(S033/B/Z003
Syarif A
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010
"Hingga pukul 11.00 WIB ada enam perjalanan KA yang dijadwalkan keberangkatannya, seluruhnya dari Bandung. Sebagian besar KA Argo Parahyangan, sedangkan KA Kroya - Jakarta dialihkan ke jalur utara," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno di Bandung.
Selain itu KA lokal Cibatu Garut - Purwakarta atau "Si Mandra" dibatalkan keberangkatannya.
Kejadian KA Harina jurusan Semarang - Bandung menabrak tanah longsor di Km.111+02 di kawasan Sukatani - Ciganea itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. KA Harina saat itu tengah dalam perjalanan ke Stasiun Bandung.
Akibatnya, lokomotif CC.20169 yang menarik rangkaian KA Harina itu keluar rel seluruhnya, selain itu satu kereta eksekutif yang berada di belakang lokomotif anjlok empat as.
Saat melaju, rangkaian KA Harina mengangkut 101 penumpang dengan empat kereta eksekutif, satu kereta makan dan satu kereta bisnis.
Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu, seluruh penumpang KA Harina dilakukan overstapen atau pengalihan pengangkutan dengan menggunakan bus dari Stasiun Purwakarta ke Stasiun Bandung.
"Butuh waktu sembilan jam untuk normalisasi jalur, selain mengangkat lokomotif dan kereta yang anjlok, juga membebaskan material longsor dari rel," kata Bambang.
Artinya, bila kondisi cuaca mendukung, kata Bambang, jalur baru bisa dilintasi diatas pukul 14.00 WIB.
"Jalur Sukatani - Ciganea merupakan salah satu kawasan rawan longsor, pengawasan ditingkatkan di sepanjang jalur, dengan meningkatkan patroli juru periksa jalan (JPJ)," katanya.
Selain di jalur Purwakarta, kawasan rawan longsor lainnya di jalur Cicalengka - Nagreg- Kadungora - Cibatu - Ciawi.
***3***
(S033/B/Z003
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010