Bandung, 13/9 (ANTARA) - Petugas Polsek Nagreg memperhatikan keluhan para pedagang di sepanjang jalur lama Nagreg, Jawa Barat, yang kehilangan pelanggan karena Jalan Nagreg Lama dialihkan.

Enceng (59), Senin, salah seorang pemilik rumah makan, mengatakan, aksi protes tersebut dipicu dengan ditutupnya kendaraan dari arah Limbangan dan Garut untuk melintasi jalan lama Nagreg dan dialihkan ke jalur Lingkar Nagreg.

"Jika kendaraan dari arah Timur semuanya dialihkan ke Lingkar Nagreg mau dapat apa kita. Sedangkan untuk modal jualan kami pinjam dulu," katanya, Senin.

Dengan dialihkannya kendaraan ke Lingkar Nagreg usaha warung nasinya nyaris mati.

Menurut Enceng, pada arus mudik kendaraan semuanya melintas jalan lama tapi para pemudik lebih memilik beristirahan di warung-warung sebelah kiri jalan atau sebelah Utara jika kendaraan berasal dari arah Bandung.

"Pada arus mudik, pemilik warung yang ada di Selatan jalan 'gigit jari.' Masa saat arus balik harus rugi lagi," keluhnya.

Setelah mendapat protes, menurut dia, Kapolsek Nagreg AKP Otong pun mendatangi para pedagang dan berjanji akan memperhatikan keluhan mereka.

Sejak Minggu malam ternyata keinginan pedagang jalan lama Nagreg pun dikabulkan karena kendaraan dari arah Limbangan diperkenankan melintasi jalur lama.
Hingga saat ini selain dilakukan buka tutup jalur Lingkar Nagreg dari arah Cikaledong dan Ciaro pun kendaraan melewati jalan lama masih dalam kondisi lancar. ***1***
(T.PSO-226/C/Y003/Y003) 13-09-2010 10:44:19

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2010