Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin Bandung (RSHS Bandung) menyatakan terjadi lonjakan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut secara signifikan pada bulan November 2020 dibanding Oktober 2020.

"Jadi di November dari tanggal 12 saat ini memang terjadi lonjakan cukup signifikan. Menyebabkan harus dilakukan evaluasi terhadap ketersediaan kapasitas tempat tidur isolasi, khususnya di (Gedung) Kemuning. Kapasitas di Kemuning masih mencukupi untuk pelayanan saat ini," kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung drg Muhammad Kamaruzzaman, Kamis.

Ia mengatakan karena adanya lonjakan pasien COVID-19 di RSHS Bandung maka pihaknya harus melakukan proyeksi apabila terjadi peningkatan terus menerus dan saat ini tingkat keterisian ruangan untuk pasien COVID-19 sudah mencapai 90 persen.

"Sekarang masih mencukupi. Gedung Kemuning sudah digunakan sebagai ruang perawatan COVID-19 dan selain Ruang ICU, juga HSU yang ada saat ini. Sehingga total kapasitas 90 persen. Kami berharap tidak banyak pasien yang datang," kata dia.

Dia merinci tempat perawatan di Lantai 1 Gedung Kemuning RSHS Bandung jumlahnya 24 dan jumlah pasien yang dirawat di ruangan ini sebanyak 24.

"Jadi 100 persen (di Lantai Satu Gedung Kemuning)," kata dia.

Di Lantai 2 Gedung Kemuning RSHS Bandung kapasitas 28 dan pasien 22, kemudian di Lantai 3 kapasitas 28 dan terisi oleh 28 pasien.

"Dan di Lantai 4 biasanya digunakan pasien negatif hasilnya atau ringan tanpa gejala yang siap dipindahkan, namun mengingat banyaknya pasien COVID-19, jadi sekarang digunakan untuk pasien yang dirawat," kata dia.

"Jadi jumlah tempat tidurnya 40 (lantai 4), tapi karena dipakai untuk menangani COVID-19 jadi harus diberi jarak dan kapasitas dikurang jadi 28 tempat tidur. Pasien saat ini ada 13 orang," lanjut dia.

Selain itu, lanjut dia, di Ruang HCU RSHS Bandung dengan kapasitas tujuh tempat tidur, saat ini terisi oleh enam pasien lalu di Ruangan Isolasi Gedung Kemuning yang terdiri dari empat tempat tidur telah terisi sepenuhnya, begitu pula halnya dengan ruang IGD khusus pasien COVID-19 yang menampung sembilan pasien.

"Sehingga total semua pasien ada 97, kapasitas tempat tidur ada 119. Sehingga kapasitas (yang sudah terpakai) ada sebanyak 90 persen," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk menjaga agar ruangan tetap memadai maka pihaknya akan melakukan seleksi terhadap pasien-pasien positif COVID-19 yang datang dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

"Sehingga, mereka dapat ditangani oleh rumah sakit lain di luar RSHS Bandung," kata dia.*

Baca juga: Kota Bandung buka pendaftaran Banpres produktif tahap 2 untuk UMKM

Baca juga: Alasan Pemkab Bandung buka kemungkinan sekolah tatap muka meski zona merah


 

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020