Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mencanangkan Sekolah Juara yang menjadi program prioritas untuk penguatan kapasitas dan mendorong para pelajar SMA/SMK untuk berani menjadi wirausaha dengan menciptakan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi di Bandung Minggu mengatakan program Sekolah Juara merupakan inovasi yang telah digagas sesuai dengan visi misi Jabar Juara Lahir Bandung dengan kolaborasi dan inovasi serta berbasiskan kurikulum tentang pendidikan budaya dan karakter Jawa Barat.

"Dari kurikulum yang kita anut saat ini itu adalah kurikulum 2013. Di masa pandemi COVID-19 itu ada kurikulum yang disederhanakan. Kita pun juga ada kurikulum darurat, dan kita juga ada kurikulum muatan lokal Jawa Barat," ujar Dedi Supandi.

Ia menuturkan, kurikulum muatan lokal Jawa Barat dipadukan dengan kurikulum darurat di masa pandemi COVID-19 diharapkan mampu mendidik para pelajar untuk mencari peluang menjadi wirausaha dengan berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekolah.

Hal itu, kata dia, bertujuan agar para pelajar tidak jenuh menghadapi sistem belajar secara daring selama pandemi COVID-19.

"Lalu yang selanjutnya juga bagaimana pendidikannya itu bisa berkarakter, dan bagaimana juga penggabungan mata pelajaran menjadi satu mata pelajaran sehingga siswa tidak lagi disibukkan dengan kurikulum yang dimasa pandemi ini sangat sukar dilakukan bagi anak-anak saat kondisi daring," kata Dedi.

Menurut dia dengan program tersebut maka para pelajar diharapkan menjadi wirausaha muda yang mampu mencetak produk-produk hasil karya dan pemikiran sendiri dan ini juga sebagai langkah awal bagi para pelajar sebelum terjun langsung ke masyarakat setelah menyelesaikan jenjang pendidikan.

"Sehingga dari situlah nanti akan muncul, anak-anak didik di SMA yang mampu berwirausaha, mampu secara keterampilan mencipta usaha-usaha baru dan mampu secara pengetahuan, dan melakukan yang dia lakukan itu sebagai konsep kehidupan sehari-hari," katanya.

Ia mengatakan SMA Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara dan para siswa siswi di SMA Negeri 1 Cisarua dituntut untuk berperan aktif guna menciptakan usaha atas hasil kreasi dan pemikiran sendiri.

"Jadi di sekolah kami itu tergabung di dalam ekstrakurikuler student company. Disitu mereka belajar bagaimana tentang bisnis atau lebih tepatnya mereka mengelola sebuah miniatur perusahaan, walaupun seperti mainan karena masih dalam skala kecil atau anak-anak, tapi kami buat ini betul-betul riil, hanya saja tidak skala besar," kata Kepala SMAN 1 Cisarua, Tuti Kurniawati.

Tuti menuturkan, dalam program kewirausahaan tersebut pada siswa/i diberikan materi pembelajaran dunia usaha, mulai dari membuat perencanaan hingga memproduksi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Sepatu, salah satu produk yang diproduksi para pelajar SMAN 1 Cisarua menjadi bukti kreativitas serta gagasan yang memiliki nilai ekonomi.

Tuti mengatakan, sepatu yang diproduksi oleh para anak didiknya tersebut menjadi produk andalan yang selama ini diproduksi. Pasalnya, untuk memproduksi sepatu, para anak didiknya menggandeng pengrajin sepatu di Cibaduyut Kota Bandung yang terdampak COVID-19 secara ekonomi.

"Sepatu yang berasal dari limbah kain perca ini mereka kreasikan dengan ide mereka kemudian jadilah sebuah sepatu. Kalau pemasarannya memang sudah cukup luas sih karena kebetulan dalam kesempatan ini juga banyak berbagai pihak yang support kepada SMAN 1 Cisarua untuk bisa mengendorse sepatu," kata Tuti.
.
Baca juga: 50 SMA di Jawa Barat kantongi izin gelar belajar tatap muka

Baca juga: Kepala Disdik: 1.300 titik di Jabar tidak terjangkau internet

Baca juga: Disdik jabar: Pembelajaran tatap muka di zona hijau dilaksanakan hati-hati

 

Pewarta: ASJ

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020